Site Web Strength is 4.9/ 10

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Averaging; Meminimalisir Kerugian Trading Forex

Forex adalah bisnis high return-high risk. Dalam bisnis ini tingkat keuntungan berbanding dengan resiko kerugian. Tetapi kita tetap dapat meminimalisir kerugian yang tengah kita tanggung akibat kekeliruan dalam analisa, prediksi ataupun saat open posisi. Averaging adalah salah satu cara untuk meminimalkan kerugian dalam trading forex dengan cara membuka posisi yang sama.

Sebagai contoh, Anda melakukan open buy yang pertama anda dan kemudian mengalami loss atau rugi sebesar -50 poin. Tepai beberapa saat kemudian, Anda memprediksi dan yakin harga bergerak naik kembali, maka anda segera membuka posisi open buy lagi. Maka jika kemudian harga bergerak naik mencapai 40 poin, maka anda akan mendapati posisi seperti ini: open posisi pertama anda menjadi profit -10 sementara open posisi ke dua menjadi profit +40. Dengan demikian anda masih mendapatkan profit sebesar +30 poin.

Tetapi jika dirasakan open posisi keduanya berada dalam keadaan tidak menentu bahkan cenderung akan loss lagi maka bisa diambil jalan tengahnya yaitu open posisi pertama minus -25 kita tutup sebaliknya open posisi kita yang kedua profit +25 juga kita tutup maka kita akan mendapatkan kondisi dalam keadaan netral kembali ( modal kita masih tetap utuh )

Kelemahan pada system Average:

System averaging memiliki kelemahan yaitu malah bisa semakin menambah beban minus point. Inti yang harus kita pahami adalah bagaimana caranya pada saat kita loss, kerugian tersebut tidak perlu sampai mengurangi modal pokok kita. Seandainya mengurangipun usahakan pada titik seminimal mungkin.

Inilah sebabnya mengapa modal yang di gunakan untuk trading cukup beberapa % saja dari modal pokok kita gunanya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan

System Forex trading adalah hal yang sederhana, bahkan begitu sederhananya kadang membuat kita menjadi lupa atau masa bodoh dan menganggap semuanya masih bisa diatasi dan dalam batas toleransi

Mungkin melihat nilainya yang kecil maka kita masih menolerirnya namun di balik semua itu tersimpan bahaya yang luar biasa besarnya yang mengancam keseluruhan keadaan financial anda.

Ada cerita nyata yang mengisahkan pada awal koloni kulit putih di benua Amerika, orang-orang kulit putih ini membeli pulau Manhatan New York dari penduduk pribumi suku Indian dengan manik-manik senilai kira-2x USD 24 saja.

Namun jika Uang USD 24 tersebut di tabung dengan bunga 4% saja maka orang-orang Indian itu kini bisa membeli kembali pulau Manhatan New York Lengkap dengan isinya gedung-gedung pencakar langit bahkan masih mendapat kembalian. Mungkin ada sebagian dari pembaca yang pernah mendengar kisah ini. Maka Albert Einsten pernah berujar bunga berbunga adalah keajaiban dunia yang ke 8

Banyak kekalahan besar timbul dari sikap demikian kekalahan besar timbul dari hal sepele dan bodoh yang jika kita berpikir dengan tenang maka kita akan heran sendiri mengapa bisa sampai kita berbuat sebodoh itu. Tapi itulah faktanya

Menghadapi sikap tamak serakah walaupun secara teori mudah namun pada prakteknya dari jaman dahulu sampai sekarang tetap merupakan musuh terberat dalam hidup ini.

Teknik Switching

Salah satu teknik trading forex adalah teknik Switching yaitu melakukan pergantian arah dengan menutup posisi kita (cut loss) yang sedang merugi karena harga bergerak berlawanan dengan prediksi kita kemudian membuka posisi baru mengikuti harga yang bergerak berlawanan tersebut dengan harapan, keuntungan posisi yang kedua akan lebih besar dari posisi pertama yang sudah Cut Loss.

CONTOH KASUS

Anda memperkirakan harga akan NAIK dari 1.2000 ke 1.3000

Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) sekarang di harga 1.2000 dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi / mahal dan mendapat selisih Keuntungan.

Tapi ternyata bukannya naik harganya, malah sebaliknya TURUN ke 1.1700!

Dan setelah analisa ulang, Anda berkesimpulan perkiraannya bahwa harga akan naik ternyata SALAH, harga menurut Anda bukannya akan naik ke 1.3000 tapi akan turun ke 1.1000.

Jadi apa yang harus dia lakukan ?

Daripada melawan harga pasar dan menderita kerugian dan lagipula harga akan turun lebih jauh dari sekarang, Anda memutuskan Menutup posisi Buy nya yang sekarang merugi (Buy 1.2000, close di 1.1700) dan kemudian membuka posisi baru Sell di 1.1700 (dengan harapan harga akan turun ke 1.1000).

Dan ternyata harga terus turun ke 1.1000 sehingga dia mengalami keuntungan 700 point (1.1700 - 1.1000) yang lebih besar dari kerugian yang pada posisi pertama yang ditutup sebelumnya sebesar -300 point (1.1700 - 1.2000).

Kemudian dia menutup posisi Sell tersebut dan menerima keuntungan sebesar 700 - 300 = 400 point.

Bila anda akan melakukan Switching ada baiknya anda mempertimbangkannya terlebih dahulu, untuk itu kami mempunyai beberapa saran yang mungkin berguna bagi anda bila hendak atau sebelum melakukan Switching.

  • Lakukan SWITCHING dengan membuka posisi kedua yang berlawanan dengan posisi pertama hanya bila prediksi keuntungan melebihi nilai kerugian posisi pertama yang akan ditutup.
  • Kalau ternyata harga berubah ternyata sesuai dengan prediksi pertama, maka anda akan menderita kerugian 2 kali, yaitu posisi pertama dan posisi kedua juga

Teknik Hedging

Bagi sebagian orang Hedging dianggap merupakan salah satu cara yang cukup ampuh untuk meraih profit namun kembali lagi apapun taktik, strategi dan caranya yang namanya resiko akan selalu melekat saya pribadi lebih suka memposisikan hedging untuk menyelamatkan atau mengunci kekalahan kita. Salah satu kelemahan dari hedging ini adalah dari segi waktu yang lama, menuntut perhitungan yang lebih cepat dan teliti, bisa mempengaruhi dari segi psikologis kita bagi yang tidak sabaran. Akibatnya malah kita bisa terjebak ke minus point yang lebih besar lagi.

Dasar-dasar hedging

Hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2 posisi berlawanan secara bersamaan yaitu membuka open posisi buy, tapi juga sekaligus membuka open posisi sell secara bersamaan dengan tanpa di pasangi stop loss melainkan hanya target profit saja biasanya target profitnya berkisar 30-50 poinan adapun maksud dan tujuannya adalah supaya kita memperoleh profit disaat terjadi swing harga baik saat harga bullish maupun saat harga bearish

Cara kerja hedging :

Pada saat salah satu open posisi mencapai target misalnya 50 point maka open posisi yang tadi akan otomatis terlikuidasi sehingga anda hanya punya 1 posisi saja yang masih minus 50 point langkah selanjutnya adalah menunggu sampai minus di posisi yang satunya berkurang sedikit misalnya dari minus 50 point jadi tinggal minus 30 point. Jika benar terjadi minus berkurang, maka kita akan melakukan open posisi yang berlawanan lagi tapi secara fakta kita sudah untung 20 poin demikian seterusnya proses situ berjalan yang penting diingat adalah kita harus konsekuen sesuai target kita jangan menjadi gugup jika misalnya kedua posisi malah minus semua berpikirlah dengan tenang bahwa sebenarnya apapun yang terjadi minus anda tidak akan lebih dari angka-angka yang telah di kunci tersebut.

Bagaimana setelah saya mencoba menunggu beberapa waktu dengan harapan posisi saya yang tinggal satu ini minusnya berkurang, tapi malah kenyataannya makin bertambah?

Inilah salah satu kelemahan dari tak-tik hedging tersebut salah satunya cara yang bisa dilakukan ya sesegera mungkin melakukan open posisi yang berlawanan tersebut sebelum minusnya makin bertambah besar dengan harapan kelak kesempatan untuk mengurangi minus akan selalu ada.

Idealnya system hedging di praktekan jika salah satu posisi mengalami kerugian berkisar 30-50 poinan saja. Sistem hedging sudah mulai terasa berat di praktekan kalau salah satu posisinya sudah mengalami kerugian mencapai lebih dari 100 poin ada satu cara untuk mengurangi minus poin tersebut yang akan kita bahas pada sesi berikut ini.

Teknik Cut Loss

Cut Loss berarti kita menutup posisi yang merugi karena harga bergerak berlawanan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

CONTOH KASUS

Mr. X memperkirakan harga akan NAIK dari 1.2000 ke 1.3000

Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) sekarang di harga 1.2000 dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi / mahal dan mendapat selisih Keuntungan.

Tapi ternyata bukannya naik harga, malah sebaliknya TURUN ke 1.1700!

Dan setelah melakukan analisa ulang, Mr. X berkesimpulan bahwa kemungkinan besar harga akan turun lebih jauh lagi, mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi.

Jadi apa yang harus dia lakukan?

Daripada menderita rugi yang lebih besar lagi, maka Mr. X memutuskan untuk melakukan tutup posisi (melikuidasi) - nah inilah yang disebut cut loss.

Tindakan ini mengakibatkan kerugian sebesar 300 point.

Bila anda akan melakukan Cut Loss ada baiknya anda mempertimbangkannya terlebih dahulu, untuk itu kami mempunyai beberapa saran yang mungkin berguna bagi anda bila hendak atau sebelum melakukan Cut Loss.

  • Lakukan CUT LOSS apabila setelah analisa ulang, harga akan bergerak terus menerus melawan posisi anda.
  • Kalau ternyata keputusan anda dalam melakukan CUT LOSS BENAR, berarti anda sudah mencegah diri dari kerugian yang lebih besar.
  • Kalau ternyata keputusan anda dalam melakukan CUT LOSS SALAH, berarti anda sudah mencegah diri dalam hal mengurangi kerugian saat ini (atau bahkan mencapai profit). Ini berarti harga akan bergerak ke arah ekspektasi awal Anda.

Selalulah gunakan sepuluh persen (10%) dari modal anda untuk Trading. Dan bila anda mengalami loss maka anda hanya akan mengalami kerugian sebesar 10% dari dana anda.

Manajemen Resiko

Sebuah usaha tidak akan pernah terlepas dari yang namanya resiko. Apapun usaha yang kita geluti pasti ada resiko yang terkandung didalamnya. Dengan demikian maka kita perlu cara untuk mengurangi resiko itu, cara tersebut dinamakan Manajemen Resiko. Artinya bagaimana kita dapat mengendalikan Resiko yang kita tanggung atau bagaimana meminimalisasi Resiko.

Sebagai Contoh:

"Saya berharap bisa mendapat untung yang besar dari trading forex. Dengan penuh keyakinan, saya masukkan $1000 ke dalam sebuah broker. Uang $1000 tersebut adalah hasil menabung saya selama setahun terakhir. Setelah membuka posisi pertama sebesar 3 lot, saya mendapatkan profit $500, “Hebat, sehari saja uang saya sudah bertambah 50%. Wah, kalau buka 5 lot, kan bisa lebih banyak nih.” gumam hati saya.

Lalu, saya buka lagi 5 lot, grafik mulai bergerak berlawanan dengan kehendak saya. Dengan posisi floating minus yang cukup besar, saya lirik equity saya, wah tinggal $800… Sambil berkeringat dingin, hati saya berkata, “Tenang, tenang, sebentar lagi pasti grafik berbalik arah…” Namun, kenyataan berbicara lain, equity sekarang tinggal $450 saja. Badan mulai panas dingin,
hati terasa kacau, makanan di atas meja tak lagi nikmat, dan bantal pun tidak empuk lagi.

Akhirnya, momen kiamat tiba, account saya terkena margin call. Hasil kerja setahun kemarin, hilang begitu saja. Saya mulai cerita kepada teman-teman, “Broker saya penipu, scam. Mereka mengambil uang saya, berkali-kali requote saat saya mau profit besar, eksekusinya lambat, blah blah blah…” (memang kasihan bener kambing yang berwarna hitam). Hal itu adalah pelampiasan semata, di mana saya tidak sanggup menerima kenyataan bahwa uang yang saya peroleh dengan kerja keras, hilang begitu saja. Apa artinya? Apa yang saya pertaruhkan di sini terlalu besar, jauh lebih besar dari yang bisa saya relakan. "


Ada sebuah hukum yang berlaku secara umum dalam dunia investasi: sebuah investasi yang menjanjikan return besar, maka investasi tersebut memiliki resiko yang sama besarnya dengan return yang dijanjikan. Sebaliknya, jika Anda mencari investasi dengan resiko kecil, biasanya return yang ditawarkan juga kecil.

Hal ini perlu dipahami mengingat tidak semua orang memiliki profil investasi yang sama. Ada orang-orang yang bertipe risk lover dengan alasan return yang dijanjikan juga besar. Sebaliknya, ada juga yang lebih mengutamakan keamanan dananya dan mencari investasi dengan resiko seminimal mungkin dengan konsekuensi return yang dihasilkan juga kecil. Orang-orang seperti ini biasa disebut risk averter. Tidak ada yang lebih baik satu sama lainnya. Itu kembali kepada karakter pribadi masing-masing investor.

Ada beberapa jenis investasi yang memiliki resiko kecil di pasar finansial diantaranya deposito, reksadana terproteksi, Surat Utang Negara, dan tabungan. Yang bersifat high risk diantaranya adalah Saham dan produk bursa berjangka.

Bagaimana dengan forex trading? Karena tergolong sebagai produk investasi bursa berjangka (index, komoditi dan forex), maka forex trading tergolong investasi yang sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.

Beberapa faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai investasi pada forex trading :

  • Memiliki kemungkinan kehilangan dana 100%
  • Arus dana sangat cepat (very liquid)
  • Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin pasti untung 100%.

Forex trading bukanlah sebuahquick rich scheme” yang dapat membuat Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak. Itu mimpi! Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading. Diperlukan kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah ya. Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus memperbaiki dirinya.

Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan manajemen resiko yang bisa Anda ambil:

  1. Cut loss
    Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.
  2. Switching
    Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita
    membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.
  3. Averaging
    Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak berlawanan dengan harga pasar.
  4. Hedging
    Hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2 posisi berlawanan secara bersamaan yaitu membuka open posisi buy, tapi juga sekaligus membuka open posisi sell secara bersamaan dengan tanpa di pasangi stop loss melainkan hanya target profit saja biasanya target profitnya berkisar 30-50 poinan adapun maksud dan tujuannya adalah supaya kita memperoleh profit disaat terjadi swing harga baik saat harga bullish maupun saat harga bearish

Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengatahui hal diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?

Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal: kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.

Jika kita dapat menerapkan manajemen resiko dengan disiplin maka profit akan segera kita dapatkan. Forex itu butuh kesabaran, kosistensi dan kedisiplinan maka keuntungan itu akan datang dan forex akan lari dari orang-orang yang serakah kepadanya. Untuk itu jadilah orang yang penyabar kalau ingin sukses!

Analisis Teknikal

Analisa Teknikal (technical analysis) adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, valas, kontrak berjangka (future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya.

Para analis teknikal melakukan penelitian yang mendasar terhadap pola pergerakan harga komoditi yang berulang dan dapat diprediksi. Bahkan analisis teknikal bisa juga diartikan sebagai suatu studi utama mengenai harga, termasuk besarnya (volume) dan posisi terbuka (open interest).

Jadi pada intinya analisis teknikal merupakan analisis terhadap pola pergerakan harga di masa lampau dengan tujuan untuk meramalkan pergerakan harga di masa yang akan datang. Analisis teknikal ini sering juga disebut dengan chartist karena para analisisnya melakukan studi dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat menemukan suatu pola pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam analisis teknikal, memprediksikan pergerakan harga forex sama seperti memprediksi pergerakan harga komoditi karena para analis hanya melihat faktor grafik dan volume transaksi saja.

PRINSIP DASAR ANALISIS TEKNIKAL
Ada tiga prinsip yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisis teknikal, yaitu :

1. Market Price Discounts Everything

Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa valas secara keseluruhan atau harga mata uang suatu negara seperti faktor ekonomi,
politik fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain sebagainya akan tercermin pada harga pasar.

2. Price Moves in Trend

Yaitu harga valuta asing akan tetap bergerak dalam satu trend. Harga mulai bergerak ke satu arah, turun atau naik. Trend ini akan berkelanjutan sampai pergerakan harga melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang berlawanan.

3. History Repeats It Self

Karena analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku pasar, maka pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari waktu ke waktu di grafik. Pola-pola ini mempunyai makna yang dapat diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan harga.

Beberapa istilah yang sering menjadi titik perhatian dalam trading adalah:

Support & Resistance
Adalah tingkat ketahanan harga yang bergerak antara bullish (uptrend) dan bearish (downtrend). Bullish mendorong harga-harga naik, dan bearish menurunkannya. Penunjuk harga pada dasarnya bergerak menunjukkan sampai seberapa jauh harga bergerak naik atau turun.

Support and Resistance Levels
Support adalah tingkat tahanan harga dibawah harga pasar saat itu, dimana buying interest seharusnya bisa menguasai tekanan penjualan dan mempertahankan harga agar tidak jatuh.

Resistance adalah tingkat tahanan harga diatas harga pasar saat itu, dimana tekanan penjualan seharusnya cukup kuat untuk menguasai tekanan pembelian dan mempertahankan agar tdak terlalu tinggi.

Ketika investor mengharapkan perubahan, seringkali mereka lakukan dengan tiba-tiba. Catatan: breakout diatas level resistance disertai dengan peningkatan yang signifikan di volume tersebut.

Perkembangan level support dan resistance kemungkinan merupakan kejadian yang paling nyata dan terukur di chart harga. Penetrasi level support/resistance bisa dipicu oleh perubahan fundamental diatas atau dibawah ekspektasi investor (contohnya: perubahan pendapatan, manajemen, kompetisi dll.) atau oleh self-fullfilling prophecy (investor melakukan pembelian saat harga naik). Penyebabnya tidak sesignifikan seperti efek new expectations yang menuntun pada level harga baru

Supply and demand
Tidak ada yang misterius mengenai support dan resistance: merupakan supply dan demand klasik. Mengingat kembali class ‘Econ 101′, garis supply/demand menunjukkan bahwa supply dan demand akan berada pada harga yang diberikan

Garis supply menunjukkan quantity (seperti: jumlah saham) dimana penjual akan melakukan aksi pada harga yang diberikan. Ketika harga naik, quantity penjual juga meningkat saat itu sehingga banyak investor ingin menjual pada harga tertinggi tersebut. Garis demand menunjukkan jumlah saham dimana pembeli ingin membeli pada harga yang diberikan. Ketika harga naik, quantity pembeli menurun saat itu sehingga sedikit investor yang mau membeli pada harga yang tinggi

Pada harga yang diberikan, chart supply/demand menunjukkan berapa banyak pembeli dan penjual. Di pasar terbuka, garis ini secara berkala berubah-ubah. Ekspektasi investor dapat berubah dan juga harga yang ditunjukkan antara pembeli dan penjual masuk akal. Breakout diatas level resistance merupakan bukti upward shift pada garis permintaan dimana lebih banyak pembeli ingin membeli pada harga tinggi. Sama dengan kegagalan support level menunjukkan bahwa garis supply telah berubah downward

Fondasi dari perangkat technical analis berdasarkan konsep supply/demand. Chart harga-harga untuk instrument financial memberikan kita penglihatan yang lebih terhadap kegiatan ini.

Traders’ remorse
Mengikuti penetrasi level support/resistance, sangat umum bagi trader untuk mempertanyakan level harga terbaru. Contohnya, setelah breakout diatas resistance level, pembeli dan penjual bisa mempertanyakan validitas harga baru dan memutuskan menjual. Hal ini menciptakan fenomena yang disebut “traders remorse” dimana harga-harga kembali ke level support/resistance mengikuti breakout harga.

Price action karena periode remorse adalah krusial. 1 dari 2 hal bisa terjadi. Apakah itu consensus dari ekspektasi dimana harga baru tidak bisa dijamin , dalam hal ini harga-harga akan bergerak mundur ke level sebelumnya; atau investor akan menerima harga baru, dalam hal ini harga-harga akan terus bergerak searah penetrasi. Jika mengikuti trader’s remorse, consensus ekspektasi terhadap harga terbaru yang lebih tinggi tidak dijamin, “bull trap” (atau false breakout) klasik tercipta.

Sentiment yang sama menciptakan bear trap. Harga-harga jatuh dibawah level support sangat lama agar downtrend berkurang (atau sell short) dan kemudian bounce back diatas level support meninggalkan downtrend.

Cara yang paling baik untuk quantify ekspektasi mengikuti breakout adalah dengan mengasosiasikan volume dengan breakout harga. Jika harga-harga menembus level support/resistance dengan peningkatan yang besar pada volume dan periode trader’ remors relative low volume, hal ini menunjukkan ekspektasi baru akan terjadi (minoritas investor akan salah bertindak).

Sebaliknya, jika breakout pada volume moderat dan periode “remorseful” sedang dalam level peningkatan, hal ini menunjukkan sedikit sekali ekspektasi investor berubah dan kembali ke ekspektasi aslinya. Resistance menjadi support. Ketika level resistance berhasil ditembus, levelnya berubah menjadi level support.

Resistance becomes support
Satu dari dua hal yang akan terjadi ketika harga instrument financial mendekati level support/resistance. Di satu sisi, hal tersebut dapat bereaksi sebagai reversal point. Dengan kata lain, ketika harga saham jatuh ke level support, harga akan naik kembali. Sementara di sisi lain level support/resistance akan bergerak balik saat penetrasi.

Contohnya, ketika harga pasar jatuh dibawah level support, level support sebelumnya akan menjadi level resistance sementara pasar kemudian kembali ke level sebelumnya

Analisa Fundamental

Analisa Fundamental adalah metode analisis menggunakan kekuatan fundamental dari suatu negara. Bagi trader penganut fundamentalis diyakini bahwa pergerakan harga yang dramatis dapat terjadi apabila ada peristiwa yang tidak diharapkan terjadi. Peristiwa tersebut bisa berupa penaikan suku bunga dari bank central sampai peristiwa politik ataupun kegiatan perang. Meskipun demikian, seringkali bukanlah peristiwa itu sendiri yang menggerakkan pasar, akan tetapi pengharapan dari sebuah peristiwa itulah yang menciptakan pergerakan pasar.

Setiap berita baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan ekonomi dapat menjadi faktor fundamental yang penting untuk dicermati.

Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi fundamental perekonomian suatu negara, indikator ekonomi merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental itu sendiri. Seiring kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk mendapatkan sumber informasi terkini seorang trader juga sering menggunakan informasi yang berasal dari monitor komputer, misalnya melaui Dow Jones Telerate, Reuters, Knight Rider maupun Bloomberg. Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam Analisis Fundamental diantaranya:

1. Gross Domestic Product

Gross Domestic Product merupakan jumlah seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negara tersebut pada suatu periode tertentu.

2. Inflasi

Seorang Trader akan selalu memperhatikan dengan seksama perkembangan tingkat inflasi. Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi inflasi adalah dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Kebijakan peningkatan tingkat suku bunga ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar dan mengendalikan tingkat inflasi. Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi adalah untuk mencerminkan tingkat GDP dan GNP ke dalam nilai sebenarnya. Nilai GDP dan GNP merupakan indikator yang sangat penting bagi seorang Trader dalam membandingkan peluang dan resiko investasinya di luar negeri. Beberapa indikator untuk mengetahui tingkat inflasi:

Producer Price Index (PPI), adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga yang diterima oleh produsen domestik untuk setiap output yang dihasilkan dalam setiap tingkat proses produksi. Data PPI dikumpulkan dari berbagai sektor ekonomi terutama dari sektor manufaktur, pertambangan dan pertanian.

Consumer Price Index (CPI), digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga eceran dan sekelompok barang dan jasa tertentu. Kedua indeks tersebut, CPI dan PPI, digunakan Trader sebagai indikator untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi. Seorang Trader tidak dapat berharap bahwa Bank Sentral akan menaikkan tingkat suku bunga apabila salah satu indikator memberikan sinyal kuat tentang adanya inflasi maupun menurunkan suku bunga untuk keadaan sebaliknya. Sebagai contoh, dampak Perang Teluk 1991 memicu naiknya harga minyak bumi sehingga indeks CPI di Amerika Serikat juga naik. Namun karena peningkatan indeks CPI itu tidak berlangsung lama, maka Bank Sentral Amerika Serikat tidak mengambil tindakan apa pun.

3. Balance of Payment

Balance of Payment merupakan suatu neraca yang terdiri dari keseluruhan aktivitas transaksi perekonomian internasional suatu negara, baik yang bersifat komersial maupun finansial, dengan negara lain pada suatu periode tertentu. Balance of Payment ini mencerminkan seluruh transaksi antara penduduk, pemerintah dan pengusaha dalam negeri dan pihak luar negeri, seperti transaksi ekspor dan impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank Sentral dan lain-lain. Indikator umum yang sering digunakan adalah neraca perdagangan / current account. Faktor lain yang mempengaruhi neraca pembayaran adalah adanya aliran investasi asing yang masuk ke dalam negeri dalam bentuk Foreign Direct Investment maupun Portofolio Investment. Contoh: surplus neraca perdagangan Jepang terhadap Amerika Serikat pada tahun 1998 memberikan indikasi yang jelas terhadap meningkatnya volume permintaan Yen dalam aktifitas perdagangan. Akibatnya nilai tukar Yen terhadap Dollar AS menguat.

4. Employment

Employment adalah suatu indikator yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi riil berbagai sektor ekonomi. Indikator mengenai tingkat kesempatan kerja ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menganalisis sehat / tidaknya perekonomian suatu negara. Apabila perekonomian berada dalam keadaan full capacity / kapasitas penuh maka akan tercapai full employment. Jika keadaan sebaliknya, maka tingkat pengangguran pun akan meningkat. Tingkat employment adalah indikator ekonomi yang sangat penting bagi pasar keuangan pada umumnya dan pasar valuta asing khususnya.

Secara umum kekuatan fundamental suatu negara ditunjukan dengan data-data ekonomi negara bersangkutan.

Untuk Mempelajari data-data economy yang cukup penting dalam trading forex Baca Di Sini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More