Site Web Strength is 4.9/ 10

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Economic Calender

Bollinger Bands

Bolingger Band Adalah indikator yang dapat membantu penggunanya untuk membandingkan volatility dan harga relatif dalam satu periode analisa. Bolingger band terdiri dari 3 garis utama. Garis teratas di namakan upper band, garis tengah di namakan middle band dab yang paling bawah disebut lower band. Middle band sendiri sebenarnya adalah simple moving average. dan upper dan lower band adalah 2 kali standar deviasi dari middle band.





KG MA: Menganalisa Rata-Rata Pergerakan Harga Berdasarkan Acuan Waktu

Movering Average (MA) adalah indikator yang mungkin bisa dikatakan paling familiar bagi umumnya trader forex, baik berbasis metatrader maupun streamer. Bahkan mungkin inilah indikator yang paling simple dan mudah dipahami penggunaanya. Sebagaimana namanya MA adalah indikator yang yang menghitung rata-rata price berdasarkan periode tertentu. Artinya, kelengkungan dan kecenderungan MA adalah menggambarkan posisi rata-rata price sesuai dengan periode yang di pasangkan pada MA. Itulah mengapa MA dengan periode 4 misalnya, akan berbeda arah ketika di terapkan pada TF yang berbeda. Kelirukah ini? menurut saya tidak & sah-sah saja. Tetapi MA dalam KG MA adalah MA yang telah diset pada periode berdasarkan acuan waktu pada umumnya (15 menitan, 30 menitan, 1 jam-an, 4 jam-an, 8 jam-an, harian, mingguan, bulanan), bukan berdasarkan periode TF. Sehingga MA ini akan sama fungsinya ketika di TF berapapun.

TF 15M



TF 1H


Jika berminat silahkan klik link berikut untuk mengunduh
Image and video hosting by TinyPic

Profite Future Calculator

Dengan kalkulator ini anda dapat menghitung akumulasi dalam setahun profite Anda lebih mudah. Bahkan Anda dapat memanage trading Anda kebih baik sesuai target yang ingn dicapai dalam jangka panjang ataupun jangka menengah.





Image and video hosting by TinyPic

Trend, Support - Resistance dan Overbought - Oversold

Trend

Dalam pelajaran ini kita akan membahas istilah-istilah yang berhubungan dengan perkembangan harga. Di dalam bertrading, keuntungan bisa didapat dari pergerakan harga. Terlepas apakah gerak naik ataupun turun. Kecenderungan pergerakan dalam satu arah harga ini disebut sebagai trend. Secara sederhana, garis trend (trend line) adalah sebuah garis yang menghubungkan sedikitnya 2 titik harga atau lebih dan kemudian diperpanjang hingga beberapa periode ke depan.

Menentukan trend yang sedang terjadi adalah sangat penting. Mengabaikannya berarti menyiapkan diri untuk kehilangan uang. Secara garis besar garis trend dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Trend meningkat /up trend (Bullish Market).



2. Trend menurun/down trend (Bearish Market).



3. Trend mendatar/horizontal trend (Sideways/Consolidation).



Support dan Resistance

Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah Support dan Resistance. Sekarang coba kembali perhatikan grafik trend. Baik itu uptrend maupun downtrend pasti ada akhirnya. Setiap kenaikan akan mencapai titik puncak, yang akan berhenti naik kemudian akan kembali turun. Demikian juga sebaliknya. Titik dimana kenaikan dan penurunan harga berhenti itulah yang disebut sebagai titik support dan resistance. Batas bawah pergerakan harga disebut support, sedangkan titik atas pergerakan harga disebut resistance.



Anda harus perhatikan akan titik ini sehingga bisa memprediksi apakah trend suatu harga masih berlangsung lama ataukah akan berhenti dan sideways atau berbalik ke trend lawannya. Ada banyak cara untuk mengetahui titik support dan resistance. Bisa menggunakan indikator, ataupun deret Fibonacci. Kita akan membahas hal ini dalam pelajaran selanjutnya.

Overbought dan Oversold

OB dan OS (Overbought dan oversold) adalah kondisi dimana harga sudah tidak bisa melanjutkan trendnya karena harga terlalu tinggi atau terlalu rendah. Disaat harga trend naik, maka dalam keadaan ini mata uang akan lebih mahal dari biasanya. Misalnya EUR/USD sedang menanjak naik, itu berarti EUR sedang bertambah mahal nilainya disbanding USD. Para pemilik modal akan buy, karena pergerakan EUR naik dan juga mereka masih punya modal untuk membeli. Karena banyak yang beli, EUR harganya terus bertambah naik. Namun pada suatu titik EUR berhenti naik karena para pemilik modal sudah tidak mau lagi membeli. Selain factor harga yang sudah terlalu tinggi, kemungkinan juga mereka sudah tidak mempunyai modal untuk membeli lagi. Titik inilah yang disebut sebagai overbought/ OB

Demikian juga sebailknya disaat downtrend terjadi. Untuk pasangan EUR/USD misalnya, disaat downtrend berarti EUR bertambah murah nilainya dibanding USD. Para pemilik modal akan menjual uangnya. Namun akan terjadi suatu titik diamana mereka sudah tidak mau lagi menjual karena harga sudah terlalu murah, dan juga kemungkinan uang mereka sudah habis untuk dijual. Titik inilah yang disebut oversold.

Moving Average: Indikator yang simple tetapi sangat powerfull

Di dalam analisa teknikal kita mengenal beberapa alat yang digunakan untuk memprediksi kecenderungan trend maupun arah pergerakan harga, mengetahui support – resistance bahkan (hingga ada yang meyakini) overbought – oversold. Alat bantu tersebut bekerja berdasarkan data historis di masa lampau, dan kita sebut sebagai indikator.

Indikator ini merupakan indikator yang paling sederhana dan merupakan dasar dari banyak indikator. Pada intinya Moving Average (MA) / Rata-rata pergerakan didapatkan dari rata-rata pergerakan yang terjadi dan membentuk sebuah garis/kurva. Dengan menggunakan indikator Moving Average (MA) kita dapat memperkirakan kecenderungan trend atau arah pergerakan yang akan terjadi yang berupa garis lengkung yang mulus (merupakan rata-rata pergerakan naik dan turun).

Moving average sendiri memiliki 3 varian yang berbeda, Simple Moving Average, Weighted Moving Average, dan Exponential Moving Average. Semuanya merupakan metode rata-rata bergerak, hanya saja cara merata-ratakannya berbeda satu dengan yang lainnya. Namun dalam pembacaanya tetap sama dan mengikuti aturan yang berlaku dalam Moving Average. Sebenarnya Moving Average ini memiliki lebih dari 5 varian. Tapi untuk mempersempit dan supaya tidak mudah dipahami, kita hanya akan membahas 3 varian yang sudah disebutkan tadi.

Simpel Moving Average (SMA)

Weighted Moving Average (WMA)

Exponential Moving Average (EMA)

Osilator stochastic

Stochastic Oscillator adalah sebuah alat analisa yang dikembangkan pertamakali oleh George C. Lane pada akhir 1950-an. Nilai kisaran pada indikator ini adalah 0 - 100 ( oscillator). Secara sepintas hasil dari analisis dengan menggunakan Stochastic Oscillator dibandingkan dengan RSI adalah hampir sama. Hanya saja dalam Stochastic ini perhitungan meliputi harga terendah, harga tertinggi dan closing price pada waktu yang ditentukan. Stokastik Oscilator ditampilkan sebagai dua garis. Garis utama disebut %K. Garis detik disebut %D, adalah satu Rata-rata bergerak dari %K. Garis %K lebih sensitif dari %D. Garis %D menggerakan sinyal trading. Garis %K biasanya ditayangkan sebagai satu garis padat dan garis %D biasanya ditayangkan sebagai satu garis putus-putus.



Dengan bidang garis antara skala 1-100, garis “Trigger” yang normal dalam grafik stochastic adalah level 80% dan 20%.Sinyal dihasilkan ketika garis bersilang.Gambar di atas merupakan osilator stochastic.

Interprestasi
Level 80% digunakan sebagai sinyal peringatan overbought dan level 20% sebagai sinyal peringatan oversold.Sinyal yang paling handal jika Anda menunggu sampai garis %K dan %D memutar naik dibawah 5% sebelum membeli dan garis memutar turun diatas 95% sebelum menjual.

Osilator stochastic menghasilkan sinyal dengan 2 cara:
  1. Nilai ekstrim terjadi ketika 20% dan 80% bergerak bersilangan.Beli ketika stochastic jatuh di bawah 20% kemudian naik ke level atas.Dan sebaliknya menjual ketika stochastic naik di atas 80% kemudian turun ke level bawah.
  2. Crossover antara garis %D dan %K, dimana membeli ketika garis %K naik di atas garis %D dan menjual ketika garis %K jatuh di bawah garis %D.Waspadai crossover jangka pendek.

Moving Average Convergence Divergence

Moving Average Convergence Divergence atau yang bisa disebut MACD adalah indikator diciptakan oleh Gerald Appel dengan mengambil formulasi seperti Moving Average atau yang biasa juga disebut dengan MA. Didalam MACD terdapat dua bagian yaitu MACD Histrogram dan tiga Line MACD lalu tiga garis MACD tersebut memiliki fungsi dan nama yang berbeda –beda yaitu Triger Line, Centre Line dan MACD Line.
Coba perhatikan gambar berikut:



Kita akan mengetahui mengapa MACD dikatakan mengambil formulasi yang sama dengan MA. Mari kita lihat asal dari garis-garis diatas (MACD line, triger line, Histogram, dan centerline):

MACD line. Secara default fromulasi MACD line adalah : XMA12 - XMA26 yaitu selisih dari XMA periode 12 dengan XMA periode 26. Oleh karena menggunakan XMA, maka sifat-sifat MACD juga akan menyerupai sifat-sifat XMA yaitu memberikan sinyal yang lebih dini dibanding MA lainnya.
Triger line. Secara default triger line adalah XMA9 yang merupakan garis pemicu.
Centerline. Garis biasa. Merupakan garis nol yaitu membatasi histogram negatif dengan histogram positif.
Histogram. Formulasi untuk histogram adalah: MACD line - Triger line. Digunakan sebagai indikasi overbought/oversold.

Bila Anda sudah cukup mahir Anda dapat bereksplorasi dengan menggunakan periode XMA yang berlainan. Mungkin terlintas dipikiran kita mengapa kita harus repot-repot menggunakan MACD yang padahal hanya pengurangan dari XMA saja. Tidak demikian kenyataannya. Melalui formulasi sederhana seperti ini ternyata MACD mampu memberikan informasi bukan hanya trend yang akan terjadi tetapi lebih dari itu. MACD dapat digunakan untuk mengetahui peralihan momentum yang dinilai kuat atau pun lemah, juga dapat dipakai untuk mengetahui kondisi overbought/oversold pada pasar yang dapat memicu peralihan trend.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More