This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Bollinger Bands
KG MA: Menganalisa Rata-Rata Pergerakan Harga Berdasarkan Acuan Waktu
TF 15M
TF 1H
Jika berminat silahkan klik link berikut untuk mengunduh
Profite Future Calculator
Trend, Support - Resistance dan Overbought - Oversold
Trend
Menentukan trend yang sedang terjadi adalah sangat penting. Mengabaikannya berarti menyiapkan diri untuk kehilangan uang. Secara garis besar garis trend dapat dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Trend meningkat /up trend (Bullish Market).

2. Trend menurun/down trend (Bearish Market).

3. Trend mendatar/horizontal trend (Sideways/Consolidation).

Support dan Resistance

Anda harus perhatikan akan titik ini sehingga bisa memprediksi apakah trend suatu harga masih berlangsung lama ataukah akan berhenti dan sideways atau berbalik ke trend lawannya. Ada banyak cara untuk mengetahui titik support dan resistance. Bisa menggunakan indikator, ataupun deret Fibonacci. Kita akan membahas hal ini dalam pelajaran selanjutnya.
Overbought dan Oversold
OB dan OS (Overbought dan oversold) adalah kondisi dimana harga sudah tidak bisa melanjutkan trendnya karena harga terlalu tinggi atau terlalu rendah. Disaat harga trend naik, maka dalam keadaan ini mata uang akan lebih mahal dari biasanya. Misalnya EUR/USD sedang menanjak naik, itu berarti EUR sedang bertambah mahal nilainya disbanding USD. Para pemilik modal akan buy, karena pergerakan EUR naik dan juga mereka masih punya modal untuk membeli. Karena banyak yang beli, EUR harganya terus bertambah naik. Namun pada suatu titik EUR berhenti naik karena para pemilik modal sudah tidak mau lagi membeli. Selain factor harga yang sudah terlalu tinggi, kemungkinan juga mereka sudah tidak mempunyai modal untuk membeli lagi. Titik inilah yang disebut sebagai overbought/ OB
Demikian juga sebailknya disaat downtrend terjadi. Untuk pasangan EUR/USD misalnya, disaat downtrend berarti EUR bertambah murah nilainya dibanding USD. Para pemilik modal akan menjual uangnya. Namun akan terjadi suatu titik diamana mereka sudah tidak mau lagi menjual karena harga sudah terlalu murah, dan juga kemungkinan uang mereka sudah habis untuk dijual. Titik inilah yang disebut oversold.

Moving Average: Indikator yang simple tetapi sangat powerfull
Indikator ini merupakan indikator yang paling sederhana dan merupakan dasar dari banyak indikator. Pada intinya Moving Average (MA) / Rata-rata pergerakan didapatkan dari rata-rata pergerakan yang terjadi dan membentuk sebuah garis/kurva. Dengan menggunakan indikator Moving Average (MA) kita dapat memperkirakan kecenderungan trend atau arah pergerakan yang akan terjadi yang berupa garis lengkung yang mulus (merupakan rata-rata pergerakan naik dan turun).
Moving average sendiri memiliki 3 varian yang berbeda, Simple Moving Average, Weighted Moving Average, dan Exponential Moving Average. Semuanya merupakan metode rata-rata bergerak, hanya saja cara merata-ratakannya berbeda satu dengan yang lainnya. Namun dalam pembacaanya tetap sama dan mengikuti aturan yang berlaku dalam Moving Average. Sebenarnya Moving Average ini memiliki lebih dari 5 varian. Tapi untuk mempersempit dan supaya tidak mudah dipahami, kita hanya akan membahas 3 varian yang sudah disebutkan tadi.
Simpel Moving Average (SMA)
Weighted Moving Average (WMA)
Exponential Moving Average (EMA)
Osilator stochastic

Interprestasi
Level 80% digunakan sebagai sinyal peringatan overbought dan level 20% sebagai sinyal peringatan oversold.Sinyal yang paling handal jika Anda menunggu sampai garis %K dan %D memutar naik dibawah 5% sebelum membeli dan garis memutar turun diatas 95% sebelum menjual.
Osilator stochastic menghasilkan sinyal dengan 2 cara:
- Nilai ekstrim terjadi ketika 20% dan 80% bergerak bersilangan.Beli ketika stochastic jatuh di bawah 20% kemudian naik ke level atas.Dan sebaliknya menjual ketika stochastic naik di atas 80% kemudian turun ke level bawah.
- Crossover antara garis %D dan %K, dimana membeli ketika garis %K naik di atas garis %D dan menjual ketika garis %K jatuh di bawah garis %D.Waspadai crossover jangka pendek.
Moving Average Convergence Divergence
Coba perhatikan gambar berikut:

Kita akan mengetahui mengapa MACD dikatakan mengambil formulasi yang sama dengan MA. Mari kita lihat asal dari garis-garis diatas (MACD line, triger line, Histogram, dan centerline):
MACD line. Secara default fromulasi MACD line adalah : XMA12 - XMA26 yaitu selisih dari XMA periode 12 dengan XMA periode 26. Oleh karena menggunakan XMA, maka sifat-sifat MACD juga akan menyerupai sifat-sifat XMA yaitu memberikan sinyal yang lebih dini dibanding MA lainnya.
Triger line. Secara default triger line adalah XMA9 yang merupakan garis pemicu.
Centerline. Garis biasa. Merupakan garis nol yaitu membatasi histogram negatif dengan histogram positif.
Histogram. Formulasi untuk histogram adalah: MACD line - Triger line. Digunakan sebagai indikasi overbought/oversold.
Bila Anda sudah cukup mahir Anda dapat bereksplorasi dengan menggunakan periode XMA yang berlainan. Mungkin terlintas dipikiran kita mengapa kita harus repot-repot menggunakan MACD yang padahal hanya pengurangan dari XMA saja. Tidak demikian kenyataannya. Melalui formulasi sederhana seperti ini ternyata MACD mampu memberikan informasi bukan hanya trend yang akan terjadi tetapi lebih dari itu. MACD dapat digunakan untuk mengetahui peralihan momentum yang dinilai kuat atau pun lemah, juga dapat dipakai untuk mengetahui kondisi overbought/oversold pada pasar yang dapat memicu peralihan trend.










