Site Web Strength is 4.9/ 10

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Apa itu eCurrency

eCurrency atau sering dikenal dengan (electronic money, electonic currency, digital money, digital currency), didalam bahasa indonesia bisa diartikan uang digital, yang artinya uang yang hanya bisa digunakan secara elektronik(Internet).
Fungsinya adalah untuk melakukan pembayaran ke situs/pedagang di internet, atau sebaliknya untuk menerima pembayaran. Jadi kegunaanya ecurrency ini hampir sama dengan uang biasa, namun tidak dalam bentuk real/fisik tapi dalam bentuk digital/angka dan hanya bisa digunakan di internet saja. Karena hanya bisa ditukar/transfer lewat internet saja maka setiap ecurrency pasti memiliki sebuat website yang gunanya untuk mengkases account kita dan didalamnya terdapat fungsi finansial(Lihat saldo, transfer, history).
Nah anda ingin tahu bagaimana website ecurrency?

Beberapa eCurrency yang banyak digunakan di Indonesia Adalah :
1. Paypal : official website nya di www.paypal.com
2. webMoney : official websitenya di www.wmtransfer.com
3. Liberty Reserve : official websitenya di www.libertyreserve.com
4. c-Gold : official websitenya di www.c-gold.com
5. AlertPay : official websitenya di www.alertpay.com
6. PerfectMoney : official websitenya di www.perfectmoney.com
7. e-Gold : official websitenya di www.e-Gold.com
8. Dan masih banyak lagi(silahkan searching di google)

Mengapa orang menggunakan ecurrency ?
Alasan mendasar adalah supaya Cepat, Murah, Aman :
Semisal Anda hendak membayar pesanan Anda, Anda bisa membayar secara offline yaitu transfer valas ke luar negri(wire transfer), namun tentunya ini akan memakan waktu 3-5 hari, dan biaya cukup mahal 25-35$. Atau Anda bisa juga membayar dengan cara lewat Kredit Card, namun karena masih banyaknya kejahatan internet dengan cara ini kurang memberikan rasa aman bagi kita. Nah dengan menggunakan ecurrency ini waktu kirim adalah langsung, selama transaksi sudah final, dana bisa langsung masuk ke tujuan. Biaya relatif murah biasanya 1% dari jumlah. Dan juga relatif lebih aman, karena tidak menggunakan kredit card.

Bagaimana cara menggunakan eCurrency ?
Pertama - tama sebelum anda dapat menggunakannya tentunya Anda harus mendaftar ke website ecurrency tersebut. Dan rata-rata untuk registrasi ini adalah gratis. Setelah Anda terdaftar maka kita akan mendapatkan no account ecurrency. Nah nomer inilah sebagai no pengenal untuk menerima transfer atau nomer asal transfer. Jadi semisal anda ingin melakukan pembayaran ke situs tertentu(Anda membeli barang), anda tinggal mentransfer dari no account(balance) anda ke no account situs tersebut.
Demikian pula sebaliknya jika anda memiliki situs, Anda tinggal menginformasikan no account milik anda yang nantinya kustomer/pembeli akan mentransfer ke no account anda. Kesimpulan, bahwa dari kedua pihak harus telah memiliki account di ecurrency tersebut.
Seperti pada umumnya account ini adalah bersifat pribadi, dilengkapi dengan password, yang artinya bahwa hanya anda pemiliknya dan hanya anda yg berhak dan bisa melakukan transfer.

Mengisi dana/saldo di eCurrencyTentunya pertama kali setelah anda mendaftar account anda saldonya/balance = 0. Ini artinya account anda dananya masih 0, jadi jika anda membayar atau transfer ke account lain tidak bisa karena dana masih kosong. Lalu bagaimana kita mengisi dana. ada 2 cara yaitu :
1 Dengan menerima transfer dana dari account lain.
2 Dengan membeli langsung ke ecurrency.

Penjelasan cara 1 :
Nah disini kita mengenal exchanger(pihak ketiga) yang fungsinya adalah memperjual belikan ecurrency ini. Jadi saat anda membeli ecurrency maka exchanger akan mentransfer dana dari accountnya ke account anda. Dan saat anda jual maka anda akan mentransfer dari no account anda ke account exchanger. Nah untuk pembayaran biasanya menggunakan transfer bank lokal(rupiah) untuk kemudahan. Karena satuan dana di ecurrency biasanya dalam dollar, maka exchanger juga memiliki selisih kurs/rate jual beli, yang juga menjadi keuntungan bagi jasa exchanger tersebut.
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa exchanger tidak sama dengan ecurrency, antara exchanger dan anda adalah sama-sama pengguna/konsumen dari ecurrency.
Pertanyaan, berarti apakah harus mengisi/membeli dana lewat exchanger ? jawabannya : tidak, anda bisa mendapatkan atau membeli dari teman, kerabat, dan siapapun, selama di account mereka telah ada dana yang bisa ditransferkan ke account anda.

Penjelasan cara 2:
Cara ini adalah dengan membeli langsung ke ecurrency nya, biasanya untuk pembayaran adalah dengan wire transfer(kiriman valas). Namun cara ini memakan waktu lebih lama dan jadi mahal jika pembelian dalam jumlah kecil(ongkos wire). Dan juga ada ketentuan jumlah minimal ordernya. Tetapi tentunya kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Demikian pula Anda bisa juga mencairkan/menarik dana anda, caranya adalah dari ecurrency akan mengirimkan wire ke bank anda.

Melakukan transfer eCurrency ?
Pada setiap situs ecurrency pasti memiliki menu/fungsi untuk transfer dan penggunaannya biasanya mudah dan sederhana(seperti lewat ATM), yaitu : no account asal(anda), no account tujuan, jumlah, satuan, keterangan. Dan biasanya setelah transaksi selesai, selalu ada bukti transaksi(bisa berupa no, id, dsb) yang membuktikan dana telah berhasil ditransfer.
Dan transaksi transfer tersebut selalu dicatat, yg biasanya bisa anda lihat lewat menu history.
Perhatikan : Biasanya exchanger mengambil fee(biaya) saat terjadi transfer, nah aturan fee ini bermacam-macam tergantung dari masing-masing ecurrency. Ada yg dikenai di pihak pengirim ada yg di penerima atau 50-50. Dari fee inilah yang menjadi keuntungan ecurrency.

Keamanan menggunakan ecurrency.
Sebelum anda menggunakan atau memilih ecurrency, ada baiknya Anda memilih ecurrency yang bagus. Tidak ada salahnya Anda tanya dulu ke teman, atau baca di forum/artikel dsb. Setidaknya cari ecurrency yg sudah berumur beberapa tahun dan umum dipakai, sehingga jika ada kabar mengenai ecurrency tersebut kita cepat mengetahuinya, mengingat tidak adanya jaminan bahwa ecurrency ini bisa selamanya eksis.
Situs atau website ecurrency umumnya telah dilengkapi dengan security tingkat tinggi, dan standar enkripsi. Namun demikian tidaklah dapat dijamin 100%.
Faktor yang sering menjadi kelemahan adalah di pihak kita(sistem dari pengguna). Dan disinilah biasanya penyusup memanfaatkannya untuk mengambil alih(hack) account kita, dan mencuri dana kita.

Untuk itu beberapa tips agar account anda tetap aman :
  • Amankan user dan password ataupun data2 pribadi anda.
  • Amankan komputer yg dipakai (security update, firewall, anti virus, anti spyware)
  • Berhati-hati setiap mendapatkan informasi, perhatikan asal-usul dan tujuan dengan jelas, misalnya :
    informasi email palsu, mengatasnamakan ecurrency meminta kita mengupdate data/pwd dsb. Tujuan adalah supaya kita mengunjungi situs palsu dan saat kita mengupdate di situs palsu tersebut, data kita dicuri, termasuk password didalamnya.
  • Pastikan bahwa url yg anda tuju adalah website ecurrency.
  • Jangan menggunakan komputer umum.

Pentingnya Manajemen Uang

Untuk dapat menghasilkan uang secara konsisten dalam jangka waktu panjang, tidak bisa tidak anda harus mengerti bagaimana mengelola uang dengan baik.

Seandainya seorang trader selalu memperoleh keuntungan dalam setiap transaksi maka manajemen uang bukanlah hal yang penting. Tapi dalam dunia nyata tidak ada trader ideal yang semacam itu. Bahkan trader terbaik di dunia sekalipun pernah mengalami kerugian dan menjadikan kerugian sebagai resiko yang harus diperhitungkan.

Ada banyak trader yang terjun bertransaksi dengan harapan besar untuk meraup keuntungan tanpa memperhitungkan resiko kerugian dan keterbatasan dana yang tersedia di accountnya. Kemungkinan adanya kerugian tidak diperhitungkan secara rasional tapi dihadapi dengan sikap emosional: berani atau tidak. Ada istilah yang lebih tepat untuk trader semacam itu, yaitu PENJUDI! Dan hasilnya sudah bisa ditebak: hanya dalam hitungan hari mereka akan kehilangan seluruh accountnya,
tidak peduli berapapun besar accountnya. Orang semacam ini tidak melihat forex sebagai bisnis yang memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Yang mereka harapkan adalah semacam 'jackpot' yang bisa membuat mereka kaya raya dalam semalam.

Dengan menggunakan manajemen uang anda tidak hanya terlindungi dari kemungkinan kerugian fatal, tapi anda juga akan mampu menjadikan forex sebagai lahan yang sungguh-sungguh memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Trader yang melengkapi dirinya dengan
manajemen uang yang baik akan mampu mengontrol kerugian yang terjadi sehingga selalu memiliki kesempatan untuk menutup kerugian yang dialami pada trading berikutnya.


Sekalipun ia mengalami kerugian berturut-turut, dengan prinsip manajemen keuangan yang baik seorang trader tahu kapan harus berhenti melakukan trading untuk sementara waktu. Dengan demikian ia punya cukup waktu untuk menganalisis kondisi pasar dengan lebih baik dan bisa meraih keuntungan pada trading berikutnya. Manajemen uang yang baik akan membantu seorang trader untuk tetap bersikap rasional dan berpikir dengan jernih. Setiap trader yang berpengalaman tahu persis bahwa kemampuan bersikap rasional pengaruhnya sangat besar dalam forex.

Penyusutan Modal dan Penyusutan Modal Maksimum

Kita sudah mengetahui bahwa manajemen uang akan membantu kita untuk memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Sekarang kita akan melihat apa akibatnya jika seorang trader mengabaikan aturan-aturan manajemen uang.

Perhatikan contoh ini:

Katakanlah anda mempunyai account sebesar $200,000 dan anda mengalami kerugian sebesar $100,000. Berapa persen kerugian anda? Jawabnya mudah, tentu saja 50%. Tapi tahukan anda bahwa kerugian sebesar ini memiliki konsekuensi yang sangat besar pada kelangsungan trading anda? Coba hitung berapa keuntungan yang harus anda raih untuk sekedar mengembalikan kerugian tadi! Anda membuituhkan keuntungan sebesar 100% untuk kembali modal setelah mengalami kerugian sebesar 50% Ini yang disebut penyusutan modal (drawdown), dalam hal ini anda mengalami penyusutan modal sebesar 50%.

Dari contoh di atas anda bisa melihat betapa mengerikan pengaruh kerugian yang besar pada kelangsungan trading anda. Upaya untuk mengembalikan kerugian ternyata jauh lebih berat dari pada besarnya kerugian yang dialami.

Lalu apa artinya?

Salah satunya adalah ini: lakukan trading dengan penuh perhitungan, jangan pernah melakukan trading dengan semangat berjudi. Dengan kata lain selalu berikan batasan berapa besar resiko maksimum secara rasional.

Sekalipun anda memiliki sistem trading yang memiliki tingkat akurasi 70%, tidak akan memberikan anda keuntungan apabila anda terlajur mengalami kerugian besar. Oleh karena itu dalam melakukan trading anda harus mempunyai batas resiko maksimal yang bisa anda berikan dalam trading anda dan batas ini tidak boleh ditawar, apapun yang terjadi.

Berapa besar batas ini tentunya akan berbeda antara account yang berjumlah besar dan account yang kecil. Misalnya saja trader dengan account sebesar $100,000 memberi batas kerugian per trading sebesar 1% dan kerugian maksimal per hari sebesar 2%. Trader dengan account $50,000 memberi batas toleransi kerugian per trading sebesar 2% dan maksimal kerugian dalam 1 hari tidak lebih dari 4%. Sementara itu trader dengan account $5000 atau kurang mungkin punya batasan yang lebih longgar: 5% kerugian maksimal untuk tiap trading dan kerugian maksimal untuk satu hari adalah 10% Berapapun angka yang sudah ditetapkan, batas ini sudah harga mati. Misalnya saja trader tersebut mengalami 2 transaksi rugi berturut-turut maka sesi trading untuk hari itu harus diakhiri, sekalipun dia melihat masih ada kesempatan besar untuk meraih keuntungan. Bukankah dia sudah dua kali berturut-turut mengira akan dapat untung tapi toh salah perhitungan?

Keputusan tegas semacam ini membantu trader untuk tidak terjebak dalam transaksi-transaksi yang bersifat emosional dan hanya akan membuat kerugiannya semakin besar. Hal berikut ini harus selalu diingat oleh seorang trader yang sedang mengalami kerugian berturut-turut: kesempatan meraih keuntungan selalu ada di lain hari tetapi uang belum tentu selalu tersendia, jadi berikan perhatian lebih pada uang anda, bukan pada keuntungan!

Trading Plan

Anda bisa saja membekali diri anda dengan berbagai pengetahuan dan keahlian mengenai forex, anda bisa saja mengikuti banyak seminar dan pelatihan forex, tapi tanpa sebuah trading-plan yang baik dan kedisiplinan untuk mengikutinya hasilnya sudah jelas: anda tidak pernah akan memperoleh keuntungan.

Sebuah trading-plan yang baik akan membantu kita melakukan trading dengan sistematis, efisien, dan rasional. Trading-plan yang baik juga membantu kita mengetahui target yang harus dicapai dalam trading sehingga kita memiliki ukuran dan arah yang jelas untuk menilai seberapa jauh keberhasilan dan kegagalan kita.

Bagaimanapun trading forex adalah sebuah bisnis. Dan sebagai sebuah bisnis, tentunya harus memiliki sebuah PLAN yang memberikan arah agar bisnis itu berkembang semakin lama semakin baik. Pernahkah anda membayangkan bisnis seperti MacDonald, Starbuck, Google, dan Microsoft sampai pada tingkatnya yang sekarang tanpa sebuah business-plan?


Sama seperti bisnis lain yang tidak mungkin menjadi besar tanpa suatu business-plan, demikian juga seorang trader tidak akan berkembang jika dia tidak memiliki trading-plan. Pada kenyataannya adanya trading-plan membedakan trader yang sukses dan yang gagal. Jadi, jika anda ingin menjadi seorang George Soros atau Warren Buffet, mulailah membuat trading-plan dan berusahalah mengikuti trading-plan tersebut dengan disiplin. Dalam forex kesenmpatan untuk itu sangat terbuka lebar.

Apa yang perlu ada dalam sebuah trading-plan?

Trading-plan dapat berbentuk sederhana maupun kompleks, tapi yang paling penting anda perlu memiliki sebuah trading-plan dan mempraktekkannya dalam trading anda sehari-hari! Berikut ini beberapa hal yang perlu ada dalam sebuah trading-plan:

Trading plans can be as simple or complex as you want it, but the most important thing is that you actually HAVE a plan and you FOLLOW the plan. With that said, here are some of the essentials that every trading plan should have.

1. Sistem Trading

Ini adalah jantung dari sebuah trading-plan. Sistem trading ini hendaknya merupakan sebuah sistem yang telah anda uji selama beberapa bulan pada account demo dan memberikan hasil yang baik. Jika anda belum menemukan sistem trading ini, buatlah terlebih dahulu karena tanpa itu anda tidak punya trading-plan dan tanpa trading-plan anda tidak akan memperoleh keuntungan dalam trading.

Sertakan di dalamnya berbagai informasi seperti: kerangka waktu yang anda gunakan, kriteria-kriteria untuk masuk dan keluar dalam bertransaksi, berapa besar resiko yang anda ambil dalam trading, serta pasangan mata uang mana saja yang menjadi fokus anda.

Contoh:

  • Saya seorang intraday-trader dan hanya akan melakukan trading dengan mengikuti trend (trend follower).
  • Saya menggunakan kerangka waktu 15-menit untuk bertransaksi dan kerangka waktu 1-jam untuk melihat trend.
  • Saya akan melakukan transaksi saat terjadi crossover MA yang dikonfirmasi oleh RSI dan indikator lain.
  • Resiko per trading yang saya ambil adalah 2% dan kerugian maksimum yang boleh terjadi dalam satu hari adalah 4%
  • Saya hanya melakukan trading pada sesi Eropa - Amerika dan berkonsentrasi pada mata uang EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY.

2. Rutinitas Trading

Pada bagian ini anda menjelaskan tiga hal ini: kapan anda melakukan analisis pasar danmerencanakan trading anda, kapan anda mengamati pasar untuk melakukan transaksi, dan kapan anda melakukan evaluasi dari keseluruhan trading yang anda lakukan.

Contoh:

  • Saya menganalisis pasar dan merencanakan trading 2 kali sehari: 1 jam sebelum sesi Eropa dan 1 jam sebelum sesi Amerika.
  • Saya melakukan trading pada sesi Eropa selama 3 jam dan sesi Amerika selama 2 jam.
3. Sikap Mental

Salah satu hal paling sulit dalam trading adalah membatasi keterlibatan emosional. Bagaimanapun seorang trader adalah manusia dan selalu dipengaruhi oleh 'rasa takut dan serakah' (fear and greed) dalam bertransaksi. Tapi bagaimanapun keterlibatan emosi yang berlebihan akan merugikan dan harus dibatasi kecenderungannya. Bagian ini menegaskan sikap mental yang harus anda ambil saat melakukan trading agar menjaga trading kita tetap rasional dan membatasi sikap emosional.

Contoh:

  • Saya melakukan analisis dan trading berdasarkan apa yang saya lihat di chart dan bukan berdasarkan apa yang INGIN saya lihat.
  • Saya akan melakukan trading mengikuti trend pasar, bukan mengikuti keinginan dan harapan saya.
  • Jika saya mengalami kerugian, saya tidak akan melakukan balas dendam, tapi saya akan mengambil waktu untuk menganalisis transaksi yang rugi tersebuit.
  • Saya tidak akan memukul meja atau laptop kalau transaksi saya rugi, tapi saya akan menerima kerugian itu dengan kepala dingin dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga.

4. Kelemahan Anda

Setiap orang pasti memiliki kelemahan. Dan kelemahan itu bukan sesuatu yang harus ditutupi dan disembunyikan tetapi harus diatasi dan jika mungkin dieliminasi. Itu sebabnya dalam trading-plan anda harus mengungkapkan ini agar anda selalu ingat apa yang masih harus diperbaiki.

Contoh:

  • Saya cenderung emosional setiap mengalami kerugian dan berupaya membalas dendam dengan melakukan transaksi yang lebih besar tapi akhirnya hanya membuat kerugian semakin besar.
  • Saya cenderung menutup posisi terlalu cepat.
  • Saya cederung terlambat menutup posisi yang salah.
  • Saya sering melanggar batasan resiko, terutama saat mengalami kerugian.
5. Target dan Tujuan Anda

Setiap orang mempunyai target yang ingin dicapai dalam trading. Ini perlu anda uraikan dengan jelas dlam tradingh-plan. Tujuan ini tidak boleh terlalu umum dan kualitatif seperti 'memperoleh untung sebanyak-banyaknya', tapi uraikan secara kuantitatif sepeti: '30 pip sehari', '2 - 4% keuntungan', 'beli mobil baru dua bulan lagi', dsb. Target ini juga tidak melulu harus berupa keuntungan material saja tapi juga sikap dan teknik trading yang lebih baik. Misalnya: 'saya ingin mengatasi kecenderungan emosional dalam trading', dsb.

6. Jurnal Trading

Ini adalah langkah yang sangat penting untuk membuat kemampuan trading anda semakin baik. Catatlah setiap transaksi yang anda lakukan dan beri keterangan mengapa anda melakukannya. Beri komentar berapa besar keuntungan yang anda peroleh dan jika rugi jelaskan mengapa hal itu terjadi.

Dengan cara ini anda bisa mengamati kemajuan anda dalam trading dan mampu dengan cepat menemukan berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki.

Elliott Wave Theory

Elliott Wave Theory adalah teori gelombang pergerakan harga yang sudah tidak asing lagi bagi umumnya trader forex. Dalam teori, setidaknya ada 12 pola gelombang yang dikemukakan oleh Elliott. Tapi kita hanya akan membahasa beberapa pola umum yang dominan saja dan cukup mewakili teori gelombang Elliott.

Teori gelombang Elliott menunjukkan bahwa pada saat pasar mengalami trend, pergerakan harga membentuk suatu pola yang disebutnya: pola gelombang 5 - 3. Lima Gelombang pertama disebut sebagai gelombang impulsif dan tiga gelombang selanjutnya disebuit sebagai gelombang korektif.


Di bawah ini adalah contoh dari pola 5 gelombang impulsif:

5 wave color (5K)

Sekalipun pada mulanya teori ini berasal dari perilaku pasar di bursa saham, teori ini ternyata juga berlaku di bursa lainnya seperti forex. Berikut ini penjelasan singkat dari apa yang terjadi pada setiap gelombang:

Gelombang 1
Pasar saham mulai bergerak naik. Biasanya diakibatkan oleh aksi pembelian sekelompok kecil trader dan investor yang menganggap harga-harga saham berada pada level yang sangat menguntungkan.

Gelombang 2
Gerakan awal gelombang-1 yang sempat mengakibatkan aksi beli pada lantai bursa berhenti sejenak dan sebagian pelaku bursa beranggapan harga sudah terlalu tinggi dan saat yang cukup baik untuk melakukan aksi 'ambil untung' sehingga mereka mulai menjual kembali saham-sahamnya. Akibatnya harga kembali bergerak turun. Tapi harga saham tidak bergerak turun kembali ketitik awal karena tidak cukup banyak yang melakukan aksi 'ambil untung' ini.

Gelombang 3
Ini biasanya gelombang yang paling panjang dan paling kuat. Pergerakan saham awal mulai menarik perhatian massa. Banyak orang mulai menyadari potensi keuntungan yang ada di saham ini lalu berbondong-bondong masuk pasar untuk mengadakan aksi beli. Ini mengakibatkan harga saham bergerak naik dengan kuat karena aksi beli dilakukan oleh banyak orang.

Gelombang 4
Kenaikan harga yang cepat membuat sebagian pelaku pasar merasa harga saham mulai terlalu tinggi dan mulai melakukan aksi ambil untung sehingga harga mulai turun. Gelombang ini biasanya tidak terlalu besar karena banyak pelaku pasar sebenarnya masih menganggap saham ini menguntungkan dan mereka tidak ikut-ikutan menjual sahamnya. Sebagian pelaku masih menunggu situasi untuk melakukan 'buy on dip', beli saat harga turun.

Gelombang 5
Ini adalah titik dimana pelaku pasar menyadari saham ini masih cukup menarik dan melakukan pembelian karena tidak ingin kehilangan kesempatan untuk meraih untung. Pada gelombang ini pembelian saham yang terjadi sudah tidak rasional dan cenderung emosional sehingga kemungkinan besar harga sudah 'overpriced' (terlalu tinggi). Sikap yang emosional pada gelombang ini akhirnya mulai disadari sebagian pelaku pasar yang mulai melepas kembali saham-sahamnya sehingga memicu terjadinya gelombang koreksi 'ABC'.

Munculnya 5 gelombang pada trend naik ini mendapat reaksi perlawanan yang ditandai dengan munculnya 3 gelombang koreksi. Gelombang koreksi ditandai dengan huruf 'ABC' untuk membedakannya dengan gelombang awal '1 - 5'.

Di bawah ini contoh dari pola 3 gelombang koreksi:

5-3 wave (4K)

Apa yang baru dibahas adalah contoh gelombang Elliott pada pasar yang bergerak naik (bullish). Tentu saja gelombang Elliott juga berlaku denga cara yang sama pada pasar yang bergerak turun (bearish). Pada pasar yang bergerak turun (bearish) pola gelombang 5 - 3 akan menjadi seperti ini:

5-3 wave downtrend (3K)

Gelombang di dalam gelombang

Hal penting yang perlu diketahui tentang teori gelombang Elliot adalah bahwa gelombang yang terjadi bisa saja terbentuk dari pola gelombang yang lebih kecil seperti contoh di bawah ini:

5-3 wave uptrend (4K)


Selama kurun waktu antara 1920 - 1930 seorang jenius bernama Ralph Nelson Elliott menemukan bahwa perilaku bursa saham tidak acak sebagaimana yang terlihat akan tetapi memiliki pola-pola tertentu yang dapat dipelajari dan dalam batas-batas tertentu dapat diprediksikan.

Dia menemukan bahwa bursa saham ternyata memiliki kecenderungan perilaku yang berulang. Ada suatu pola perilaku yang terjadi ketika para trader dan investor berreaksi terhadap suatu situasi tertentu yang terjadi di bursa saham.

Elliott menjelaskan bahwa pergerakan harga dipengaruhi unsur psikologi masa para pelaku bursa dan menyebabkan naik turunnya harga memiliki pola tertentu yang cenderung berulang. Pola-pola berulang ini dikategorikan oelhe Elliott menjadi pola-pola yang disebutnya sebagai gelombang (waves). Dan akhirnya teori yang muncul dari hasil observasinya ini dikenal dengan nama :'Teori Gelombang Elliott' (Elliott Waves Theory).

Gelombang Elliott dalam Forex Apa yang diamati oleh Tuan Elliott di pasar saham sebenarnya dapat diterapkan juga di forex. Pola ini bisa diterapkan dalam gerakan intraday atau gerakan dalam jangka panjang. Salah satu penerapan Teori Gelombang Elliott yang paling favorit adalah pada saat munculnya berita yang mempengaruhi faktor fundamental pasar. Seperti juga banyak trader, pada saat awal pasar berreaksi terhadap suatu berita, ada banyak trader yang masih ragu dan masih bersikap menunggu. Dalam hitungan menit biasanya harga mengalami koreksi tapi tidak kembali ke level semula. Pada saat ini banyak trader yang mulai 'memahami' pengaruh fundamental yang diakibatkan oleh berita tersebut dan mulai masuk pasar untuk bertransaksi sehingga harga kembali bergerak mengikuti arah awal dengan kekuatan yang lebih besar.

Penggunaan Kerangka Waktu

Position trader biasanya menyukai chart harian dan mingguan. Chart mingguan digunakan untuk melihat perspektif pergerakan mata uang dalam jangka waktu yang panjang dan untuk menyusun strategi. Sedangkan chart harian digunakan untuk membantu mengambil keputusan yang tepat saat melakukan transaksi. Transaksi yang diambil biasanya berjangka waktu mingguan atau bahkan berbulan-bulan.

Keuntungan:

  • Tidak perlu melihat pergerakan mata uang setiap hari.
  • Jumlah transaksi yang sedikit juga berarti biaya transaksi yang harus dibayar (dalam bentuk spread) juga sedikit.
  • Dapat memanfaatkan perbedaan tingkat suku bunga untuk meraih keuntungan.

Kerugian:

  • Jangka waktu yang panjang berarti juga membutuhkan level stop-loss yang besar.
  • Posisi rugi bisa terjadi selama berbulan-bulan sebelum kembali ke posisi untung. Keadaan ini sangat menguras mental.
  • Kesempatan trading yang baik tidak selalu ada setiap bulan.
  • Dibutuhkan account dengan dana yang besar untuk menghasilkan keuntungan yang memadai.

Jangka Pendek / Swing Trader:

Swing trader biasa menggunakan kerangka waktu 1 jam dan 30 menit. Transaksi yang diambil seringkali dibiarkan terbuka (open) selama beberapa hari untuk mencapai target yang diinginkan.

Keuntungan:

  • Banyak kesempatan trading yang menguntungkan
  • Tidak sulit untuk menutup kerugian yang terjadi karena kesempatan untuk meraih keuntungan selalu tersedia.
  • Tidak dibutuhkan modal yang terlalu besar.

Kerugian:

  • Lebih banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengamati pasar.
  • Lebih banyak transaksi berarti lebih banyak biaya trading yang harus dibayarkan (dalam bentuk spread).
  • Harus berhati-hati dengan resiko 'overnight' (bunga).

Harian / Intraday:

Trader tipe ini hanya menahan posisinya dalam satu hari dan menutupnya pada akhir sesi perdagangan. Chart yang biasa digunakan adalah chart 15 menit dan 5 menit. Chart 15 menit digunakan untuk menganalisa pergerakan mata uang dalam beberapa hari terakhir, sedangkan chart 5 menit digunakan untuk mencari level optimal untuk melakukan transaksi.

Keuntungan:

  • Kesempatan trading sangat banyak.
  • Tidak sulit untuk menutup kerugian
  • Tak ada resiko pembayaran bunga 'overnight'

Kerugian:

  • Biaya transaksi yang harus dibayarkan (dalam bentuk spread) lebih besar.
  • Menguras mental karena harus berkonsentrasi melihat kesempatan trading selama berjam-jam dalam sehari.
  • Keuntungan yang diraih dalam setiap transaksi tidak banyak karena posisi hanya dipertahankan selama satu hari.


Jika anda baru mempelajari forex trading, kemungkinan besar anda lebih tertarik untuk melakukan intraday-trading. Setidaknya pilihan itu yang banyak diambil oleh para trader pemula.

Banyak trader yang hanya menggunakan 1 kerangka waktu saja. Yang paling populer biasanya chart 5 menit. Sekalipun kelihatannya cukup mudah karena chart ini memberikan banyak data dan bisa memberikan gambaran pergerakan harga harian, cara ini mengandung resiko. Anda tidak bisa mengetahui trend dengan baik karena bisa jadi trend harian yang tampak dalam chart sesungguhnya berbeda dengan trend mingguan yang pengaruhnya lebih kuat. Bisa jadi trend yang tampak bukanlah trend yang sesungguhnya tetapi semata-mata hanyalah 'retracement' atau koreksi dari trend yang sedang berlangsung. Akibatnya saat anda mengambil posisi dengan mengikuti 'trend' harian, gerakan harga berbalik arah kembali mengikuti trend sesungguhnya dan anda terjebak pada posisi yang merugikan.

Cara terbaik untuk menghindari jebakan ini adalah dengan menggunakan kerangka waktu yang lebih panjang untuk melihat trend yang terjadi. Untuk intraday, anda bisa menggunakan chart H1 (1 jam) sebagai pelengkap dari chart M5 atau M15 yang anda gunakan. Dengan kerangka waktu yang lebih panjang ini anda bisa melihat pergerakan harga yang terjadi dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya sehingga bisa memetakan pergerakan harga dengan lebih baik. Dengan cara ini anda akan tahu apakah trend harian yang terjadi merupakan kelanjutan dari trend pergerakan harga sebelumnya atau hanya sekedar koreksi dan konsolidasi.

Setelah anda memiliki gambaran pergerakan harga dengan baik dan sudah menyusun strategi untuk melakukan transaksi anda bisa kembali ke chart M5 atau M15 yang biasa anda gunakan untuk melakukan transaksi pada level optimal.

Perhatikan chart 5-menit EUR/CHF di bawah ini:

Jika anda hanya memperhatikan chart ini maka terkesan yang sedang terjadi adalah trend naik. Mungkin anda akan tergoda untuk mengambil posisi 'beli' mengikuti trend yang sedang berlangsung. Tapi lihat chart mata uang yang sama dengan kerangka waktu 1 jam:

Ternyata trend yang anda lihat pada chart 5-menit kemungkinan tidak lebih hanya koreksi dari trend turun yang sedang terbentuk. Dalam hal ini menunggu saat terbaik untuk melakukan transaksi 'jual' mungkin pilihan yang lebih baik.

Dengan melihat kasus di atas jelas sekali sangat berbahaya melakukan trading dengan hanya mengandalkan satu chart saja. Setidaknya gunakan 2 chart dengan kerangka waktu yang berbeda untuk mendapatkan gamabaran pergerakan mata uang yang lebih baik. Jika anda seorang intraday trader anda dapat menggunakan kerangka waktu ini: 15 menit (atau 5 menit) dan 1 jam. Tapi anda juga bisa mencoba-coba sendiri kombinasi kerangka waktu terbaik untuk anda, yang jelas jangan pernah menggunakan hanya satu kerangka waktu saja.

Kerangka Waktu Dalam Trading

Chart mata uang (pair) yang digunakan oleh para trader tidak selalu menggunakan kerangka waktu yang sama. Ada trader yang suka menggunakan chart dengan kerangka waktu 1 jam, ada yang suka kerangka waktu 15 menit, atau ada juga yang suka bertrading dengan chart 1 menit.

Lalu kerangka waktu yang mana yang terbaik? Jawabannya bergantung pada karakter trader itu sendiri dalam melakukan trading. Ada banyak trader yang keliru dalam mengambil kerangka waktu untuk chart. Mereka tidak menyesuaikan kerangka waktu yang mereka gunakan dengan karakter mereka sehingga seringkali mengalami frustasi dan kerugian demi kerugian dalam trading. Banyak trader pemula yang cenderung menggunakan kerangka waktu 1 menit atau 5 menit dengan harapan dapat membaca gerakan pasar secara detail dan meraih keuntungan dari setiap gerakan pasar. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, gerakan harga yang demikian cepat berubah membuat mereka kebingungan dan panik sehingga seringkali terlalu cepat menutup transaksi yang menguntungkan dan sebaliknya membiarkan transaksi yang rugi bergerak semakin jauh. Kalau anda seorang trader pemula pasti mengenal betul situasi tersebut karena ini memang kesalahan umum.

Beberapa trader berpengalaman merasa nyaman melakukan trading dengan menggunakan chart H1. Kerangka waktunya cukup panjang sehingga mereka bisa mengamati pergerakan mata uang dengan jangka waktu sampai 2 minggu sehingga memudahkan mereka untuk mengenali trend dan kondisi pasar dengan baik.

Tapi ada trader yang merasa bahwa kerangka waktu 1 jam terlalu lama dan membuat mereka frustasi karena harus menunggu 1 jam untuk melihat setiap perubahan pasar. Mereka menyukai kerangka waktu yang lebih singkat, misalnya 15 menit. Dengan kerangka waktu itu mereka bisa mengamati gerakan mata uang dalam jangka waktu beberapa hari dan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengamati perubahan harga.

Tapi ada juga trader yang merasa chart dengan kerangka waktu 1 jam adalah terlalu cepat. Mereka menggunakan chart dengan kerangka waktu harian atau mingguan karena mereka ingin menganalisa pasar berdasarkan kondisi dan kecenderungan yang terjadi dalam beberapa bulan atau beberapa tahun sebelumnya. Biasanya ini dilakukan oleh investor-investor besar yang transaksinya bisa memberikan dampak signifikan pada arah pergerakan mata uang.

Jadi secara praktis tidak ada kerangka waktu yang terbaik, tiap orang memiliki kerangka waktu yang terbaik bagi karakter dan gaya mereka dalam bertrading. Ini sekedar gambaran kerangka waktu chart yang sering digunakan oleh para trader sesuai dengan jangka waktu trading mereka:
  • Position trading (jangka panjang), chart harian (D1) dan mingguan (W1)
  • Swing trading (jangka pendek), chart 1 jam (H1) dan 30 menit (M30)
  • Intraday (harian), chart 15 menit (M15) dan 5 menit (M5)
Dari pengalaman anda akan bisa menentukan sendiri chart mana yang terbaik bagi anda.

Pivot Point

Penggunaan pivot point dalam forex cukup luas dan teorinya banyak berhasil karena banyak trader dan investor yang menggunakannya. Tapi dalam prakteknya ada cukup banyak varian dalam menentukan titik-titik ini sekalipun garis besarnya kurang lebih sama.

Salah satunya adalah varian penghitungan support dan resistance, yaitu dengan mengambil titik tertinggi (high) dan titik terrendah (low) dari dua sesi sebelumnya. Sementara itu perhitungan pivot point tetap menggunakan rumusan standar. Dengan demikian titik-titk pivot point yang dipakai adalah:

  • LOPS1, low of the previous session (titik terrendah sesi H-1).
  • HOPS1, high of the previous session (titik tertinggi sesi H-1).
  • LOPS2, low of the session before the previous session
    (titik terrendah H-2).
  • HOPS2, high of the session before the previous session
    (titik tertinggi H-2).
  • PP, pivot point.
Level-level ini lebih menggambarkan kodisi
support dan resistance yang ada dipasar dibandingkan dengan support dan resistance yang diturunkan dari rumus matematis.
  • Jika harga diperdagangkan di atas PP, maka kemungkinan harga ada dalam trend naik. Jika harga diperdagangkan di atas HOPS1 atau HOPS2, maka harga sedang dalam trend naik. Strategi trading yang menguntungkan adalah posisi beli.
  • Sebaliknya jika harga diperdagangkan di bawah PP maka ada kemungkinan terjadi trend turun. Jika harga ada di atas LOPS1 atau LOPS2, maka harga sedang dalam trend turun. Pada kondisi ini strategi terbaik adalah posisi jual.
Latar belakang psikologis yang ada pada pendekatan ini cukup sederhana saja. Jika karena satu dan lain hal harga tidak berhasil melampaui suatu level tertentu pada sesi sebelumnya, maka level tersebut cenderung akan menjadi pertimbangan para trader dalam memperhitungkan support dan resistance. Ada kemungkinan cukup besar level tersebut sulit ditembus dan harga berbalik arah.

Penetapan level-level pivot point dengan cara ini dapat diterapkan pada kondisi harga yang trending maupun datar (sideways). Di bawah ini beberapa tips yang dapat membantu anda untuk mengambil keputusan berdasarkan pemetaan pasar dengan menggunakan pivot point:

  • Jika harga ada di PP, perhatikan kemungkinan gerakan menuju R1 atau S1.
  • Jika harga ada di R1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan berlanjut ke R2.
  • Jika harga ada di S1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan harga berlanjut ke S2.
  • Jika harga ada di R2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke R1 atau berlanjut ke R3.
  • Jika harga ada di S2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke S1 atau berlanjut ke S3.
  • Jika tidak ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya bergerak dari PP ke S1 atau R2 dan berbalik lagi.
  • Jika ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya cenderung menembus R1 menuju R2, atau bahkan R3 jika trend naik. Dan pada trend turun harga cenderung menembus level S1 menuju S2, atau bahkan S3.
  • Dalam kondisi normal S3 dan R3 merupakan batas maksimum pergerakan harga yang mungkin pada satu sesi trading. Level ini hanya tertembus jika terjadi kondisi ekstrem di pasar mata uang.

Trading Menggunakan Pivot Point

Pivot point adalah daerah harus mendapat perhatian saat melakukan analisa pasar karena pivot point ini adalah level support atau resistance yang paling signifikan. banyak trader berpengalaman menunggu di level ini untuk melakukan transaksi.

Pada saat harga bergerak mendekati pivot point banyak trader yang mulai masuk pasar untuk mengambil posisi, beli ataupun jual, dan menetapkan target keuntungan (take profit) serta batas kerugian (stop loss). Secara umum jika harga berada di atas pivot, maka pasar dianggap bullish (naik). Sebaliknya jika harga berada di bawah pivot, pasar dikatakan bearish (turun).

Apabila harga tertahan di bawah pivot point (PP) dan ditutup pada level tersebut, hal itu merupakan alasan yang cukup baik untuk mengambil posisi ;jual' dengan stop-loss beberapa point di atas PP dan target profit di sekitar S1.

Akan tetapi jika harga bergerak turun terus dan menembus S1, dari pada menutup transaksi anda dapat memindahkan 'stop-loss' beberapa point di atas S1 dan meletakkan target profit berikutnya pada S2. Biasanya S2 adalah level terrendah dari pergerakan mata uang harian dan menutup transaksi pada level ini adlah langkah yang bijaksana.

Hal yang sebaliknya terjadi apabila harga berada di atas pivot point dan ditutup pada level itu. Anda bisa mengambil posisi beli dengan stop-loss di bawah pivot point dan target profit beberapa point di bawah R1. Tapi apabila harga naik dengan kuat dan menembus R1, stop-loss bisa dinaikkan dan ditempatkan di bawah R1 sementara itu target profit bergeser ke level R2.


Kekuatan dari support dan resistance pada berbagai pivot level ditentukan oleh berapa kali suatu harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah.

Semakin sering harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah maka semakin kuat pivot level tersebut.

Jika pergerakan harga bergerak naik mendekati resistance, anda bisa mengamati kapan harga akan berbalik arah turun. Saat harga bergerak turun anda bisa mengambil posisi jual dengan stop-loss ada di atas resistance. Tapi adakalanya gerakan naik ini cukup kuat dan resistance dapat tertembus sehingga stop-loss anda terkena. Ini adalah resiko dalam forex. Tapi apabila gerakan itu anda percaya begitu kuat, anda bisa mengambil posisi beli saat harga menembus resistance. Pada kondisi ini resistance berubah menjadi support sehingga anda bisa memasang stop-loss di bawah level support yang baru (yaitu yang sebelumnya adalah resistance). Dengan cara ini kerugian yang anda alami pada transaksi awal dapat tertutupi keuntungan yang anda raih pada transaksi kedua.

Hal yang serupa bisa anda lakukan jika harga bergerak turun mendekati support. Saat harga mulai berbalik arah dan bergerak naik anda dapat melakukan transaksi beli dengan stop loss di bawah garis support.

Pivot Points dan Kondisi Trading Sesungguhnya

Pivot point seringkali berhasil karena ada banyak trader yang juga percaya pada teori ini dan menetapkan pivot point pada level yang kurang lebih sama. Sehingga saat harga bergerak mendekati level ini ada banyak trader yang mengambil reaksi yang serupa sehingga harga cenderung berbalik arah.

Tapi bagaimanapun ada banyak kasus dimana pivot point tidak berhasil sama sekali. Biasanya ini terjadi saat ada data atau berita fundamental yang membuat harga cenderung bergerak dengan trend yang kuat dan para trader banyak yang mengabaikan segala bentuk resistance dan support.

Oleh karena itu apapun kondisinya tidak ada strategi yang lebih baik dari pada ini: ikuti trend yang terjadi di pasar. Jadi apabila kondisi pasar normal dan harga bergerak dalam batasan support dan resistance, lakukan transaksi dengan mengikuti pola itu. Demikian juga jika terjadi trend yang kuat dan harga bergerak ke satu arah, lupakan soal support dan resistance, ikuti saja trend.

Penggunaan pivot point dalam forex cukup luas dan teorinya banyak berhasil karena banyak trader dan investor yang menggunakannya. Tapi dalam prakteknya ada cukup banyak varian dalam menentukan titik-titik ini sekalipun garis besarnya kurang lebih sama.

Salah satunya adalah varian penghitungan support dan resistance, yaitu dengan mengambil titik tertinggi (high) dan titik terrendah (low) dari dua sesi sebelumnya. Sementara itu perhitungan pivot point tetap menggunakan rumusan standar. Dengan demikian titik-titk pivot point yang dipakai adalah:

  • LOPS1, low of the previous session (titik terrendah sesi H-1).
  • HOPS1, high of the previous session (titik tertinggi sesi H-1).
  • LOPS2, low of the session before the previous session
    (titik terrendah H-2).
  • HOPS2, high of the session before the previous session
    (titik tertinggi H-2).
  • PP, pivot point.
Level-level ini lebih menggambarkan kodisi
support dan resistance yang ada dipasar dibandingkan dengan support dan resistance yang diturunkan dari rumus matematis.
  • Jika harga diperdagangkan di atas PP, maka kemungkinan harga ada dalam trend naik. Jika harga diperdagangkan di atas HOPS1 atau HOPS2, maka harga sedang dalam trend naik. Strategi trading yang menguntungkan adalah posisi beli.
  • Sebaliknya jika harga diperdagangkan di bawah PP maka ada kemungkinan terjadi trend turun. Jika harga ada di atas LOPS1 atau LOPS2, maka harga sedang dalam trend turun. Pada kondisi ini strategi terbaik adalah posisi jual.
Latar belakang psikologis yang ada pada pendekatan ini cukup sederhana saja. Jika karena satu dan lain hal harga tidak berhasil melampaui suatu level tertentu pada sesi sebelumnya, maka level tersebut cenderung akan menjadi pertimbangan para trader dalam memperhitungkan support dan resistance. Ada kemungkinan cukup besar level tersebut sulit ditembus dan harga berbalik arah.

Penetapan level-level pivot point dengan cara ini dapat diterapkan pada kondisi harga yang trending maupun datar (sideways). Di bawah ini beberapa tips yang dapat membantu anda untuk mengambil keputusan berdasarkan pemetaan pasar dengan menggunakan pivot point:

  • Jika harga ada di PP, perhatikan kemungkinan gerakan menuju R1 atau S1.
  • Jika harga ada di R1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan berlanjut ke R2.
  • Jika harga ada di S1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan harga berlanjut ke S2.
  • Jika harga ada di R2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke R1 atau berlanjut ke R3.
  • Jika harga ada di S2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke S1 atau berlanjut ke S3.
  • Jika tidak ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya bergerak dari PP ke S1 atau R2 dan berbalik lagi.
  • Jika ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya cenderung menembus R1 menuju R2, atau bahkan R3 jika trend naik. Dan pada trend turun harga cenderung menembus level S1 menuju S2, atau bahkan S3.
  • Dalam kondisi normal S3 dan R3 merupakan batas maksimum pergerakan harga yang mungkin pada satu sesi trading. Level ini hanya tertembus jika terjadi kondisi ekstrem di pasar mata uang.


Cara Menghitung Pivot Point

Pivot point dan level-level resistance serta support-nya dihitung dengan menggunakan harga-harga pembukaan, tertinggi, terrendah, dan penutupan dari sesi trading sebelumnya. Karena pasar forex aktif terus-menerus selama 24 jam, trader menggunakan patokan penutupan pasar New York (21.00 GMT) sebagai patokan waktu penutupan bursa mata-uang.

Pivot point dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Pivot point = (High + Low + Close) / 3

Sedangkan level support dan resistance dihitung sebagai berikut:

Support pertama (S1) = (2*PP) - High

Resistance pertama (R1) = (2*PP) - Low

Support kedua (S2) = PP - (high - Low)

Resistance kedua (R2) = PP + High - Low)

Pada umumnya anda tidak perlu repot-repot menghitung ini, software chart yang disediakan oleh broker biasanya memiliki fasilitas untuk menghitung pivot point ini.

Ada banyak software & indikator malah memberikan tidak hanya ke-5 titik tersebut tapi lebih jauh lagi menambahkannya dengan support dan resistance ketiga (S3 & R3). Memang titik-titk tambahan itu sudah tidak signifikan seperti kelima titik yang utama, tapi tidak salah juga kalau diikutkan sebagai pelengkap.

full-pivot-points-s (14K)

Selanjutnya

Basics Of Pivot Points

Dalam trading tentunya akan sangat menyenangkan kalau kita memiliki peta yang dapat memberikan gambaran dimana suatu posisi suatu level harga secara relatif terhadap kondisi pasar dan kemana saja kemungkinan pergerakan-pergerakan mata uang berdasarkan kondisi pasar tersebut. Peta semacam ini akan sangat membantu kita dalam memutuskan tstrategi & ransaksi apa saja yang bisa diambil untuk memperoleh keuntungan.

Pivot point adalah teknik yang dikembangkan oleh para pialang saham di lantai bursa, yang dapat membantu kita melihat dimana letak suatu level harga secara relatif terhadap situasi dan dinamika pasar yang terjadi sebelumnya.

Sesuai dengan arti katanya, pivot point berarti titik atau batas dimana suatu pergerakan harga akan berbalik arah. Dalam forex, pivot point adalah level dimana sentimen pasar berubah dari 'bullish' (naik) menjadi 'bearish' (turun) atau sebaliknya. Pivot point bersifat seperti support atau resistance, harga yang bergerak mendekati titik ini akan mendapat perlawanan dan akan berbalik arah. Tetapi jika harga berhasil menembus dan bergerak melewati titik ini, pergerakan itu akan berlanjut terus hingga mencapai pivot point berikutnya.


Para trader profesional seringkali menggunakan pivot point ini untuk mengidentifikasi level-level support dan resistance yang penting. Secara sederhana dapat dikatakan, pivot point dengan semua level-level support dan resistance-nya adalah wilayah dimana arah pergerakan mata uang memili kemungkinan untuk berubah.

Pivot point terutama sangat bermanfaat bagi para trader harian yang sering memanfaatkan gerakan-gerakan kecil yang terjadi di pasar untuk meraih keuntungan. Pada kondisi pasar 'range-bound' pivot point digunakan untuk memperkirakan batas atas da batas bawah gerakan mata uang, sedangkan pada pasar yang trending pivot point digunakan untuk memperkirakan level dimana harga akan bergerak lepas (breakout).

Ini contoh pivot point dari chart 1 jam pada mata EUR/USD:

pivots (12K)

Untuk memperleh level-level tersebut, banyak cara yang dilakukan oleh trader; ada yang menggunakan pivot point calculator, ada yang menggunakan indikator, ada yang manual

Selanjutnya

Head And Shoulders Candlestick

Salah satu pola Candlestick yang tak asing adalah Head And Shoulders. Secara harfiah Pola Head And Shoulders bisa diartikan sebagai 'Kepala dan bahu' . Pola Candlestick ini juga merupakan formasi pembalikan arah (reversal formation). Formasi ini terbentuk oleh pergerakan harga naik yang mencapai puncak tertentu, turun sedikit, lalu kembali naik membentuk puncak yang lebih tinggi, turun lagi dan kembali mencoba naik dan membentuk puncak yang lebih rendah. Titik-titik terrendah yang terjadi saat pembentukan puncak, membentuk garis 'neckline'. Garis ini bisa mengarah ke atas maupun ke bawah. Jika garisnya mengarah ke bawah, kemungkinan munculnya pembalikan arah lebih kuat.

head-shoulders (8K)

Pada contoh chart di atas formasi ; kepala dan bahu' ini tampak cukup jelas. Kepala adalah puncak yang tertinggi dan diapit oleh dua bahu yang puncak-puncaknya tidak melebihi puncak dari kepala.

Pad formasi ini kita bisa mengambil order jual beberapa point di bawah garis neckline. Pada formasi ini kita juga bisa menghitung target keuntungan dengan menghitung jarak antar 'neckline' dan puncak tertinggi dari kepala.

head-shoulders-2 (14K)

Setelah harga bergerak turun menembus 'neckline', harga akan bergerak turun kurang lebih sejauh jarak antara puncak kepala dan 'neckline'.

Kebalikan Kepala dan Bahu

Pada dasarnya ini sama dengan formasi kepala dan bahu, hanya saja terjadi pada pergerakan harga turun. Formasinya kurang lebih kebalikan dari formasi kepala dan bahu dimana terbentuk sebuah lembah yang diapit oleh dua lembah yang lebih tinggi.

reverse-head-shoulders (9K)

Sama seperti formasi kepala dan bahu tapi dengan posisi kebalikan, pada formasi ini kita bisa meletakkan order beli beberapa di atas garis 'neckline' dengan target kurang lebih sebesar jarak antara neckline dan lembah yang terrendah.

reverse-head-shoulders-2 (14K) Pada chart ini terlihat harga bergerak menembus 'neckline' dan terus bergerak naik. Jika gerakan ini sudh mencapai target, anda dapat menutup transaksi.

Formasi Double Top /Bottom

Formasi Double top pada candlestick adalah pola pembalikan arah (reversal pattern) yang biasanya terbentuk setelah gerakan naik yang panjang. Puncak atau 'top' adalah harga tertinggi yang terbentuk saat pergerakan harga naik tertahan pada suatu level yang tidak tertembus. Setelah membentur level ini harga akan berbalik turun beberapa point, tapi kemudian kembali naik untuk mencoiba menembus level yang gagal ditembuis sebelumnya. Jika upaya ini gagal maka terbentuklah formasi 'double top'.

double-top (7K)

Pada chart di atas tampak bahwa 'double top' terbentuk setelah gerakan naik yang panjang. Perhatikan bahwa puncak yang kedua sedikit lebih rendah dari puncak yang kedua. Ini pertanda kuat bahwa gerakan harga akan berbalik turun karena tekanan dari pembeli sudah hampir habis.

Jika anda melihat formasi 'double-top' anda dapat menempatkan order jual beberapa point di bawah 'neckline' untuk mengantisipasi gerakan turun yang akan terjadi. Beberapa trader sering terjebak dengan melakukan transaksi jual pada harga pasar (market order) saat masih berada di atas 'neckline' dengan maksud mengambil posisi terbaik. Sekalipun kemungkinan besar harga akan turun, tindakan ini tidak disarankan karena bukan tidak mungkin pembeli kembali menemukan kekuatannya dan harga akan masih ergerak ke atas beberapa point yang bukan tidak mungkin akan menghantam stop loss.

double top 2 (7K)

Pada chart di atas tampak bahwa setelah membentuk 'double top' harga berbalik arah menembus 'neckline' dan terus bergerak turun.

Double Bottom

Seperti 'double top', 'double bottom' juga merupakan formasi pembalikan arah (reversal formation). Tapi kondisinya terbalik, 'double bottom' muncul setelah gerakan turun yang panjang.

double-bottom (5K)

Pada chart di atas terlihat bahwa setelah gerakan turun yang panjang, harga membentuk dua lembah. Ini terjadi karena penjual tidak dapat menembus level tertentu, sekalipun mencoba lagi tetapi tetap gagal dan penjual mulai kehabisan tenaga. Ini terlihat dari lembah kedua yang lebih tinggi dari lembah yang pertama.

Ini pertanda bahwa tekanan jual sudah hampir habis dan pembeli akan membalikkan situasi dengan membuat harga kembali naik. Dalam situasi ini kita bisa memasang order beli beberapa point di atas 'neckline'.

Sama seperti pada formasi 'double top', tidak disarankan untuk mengambil order pada harga pasar saat harga masih berada di bawah 'neckline' karena dalam forex semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk kembali menguatnya tekanan penjual yang membuat harga masih bergerak turun.

double-bottom-2 (5K) Pada chart di atas tampak harga bergerak menembus 'neckline' dan terus bergerak naik akibat dari kondisi penjual yang kehabisan tenaga dan pembeli berbalik mengambil kendali pasar.

Segitiga Naik / Turun

Segitiga Naik

Formasi biasanya terjadi di dekat level resistance dimana pembeli berkali-kali berupaya menembus resistance dengan keyakinan yang semakiin tinggi. Ini terlihat dari adanya titik-titik terrendah yang semakin tinggi (higher lows). Meskipun berkali-kali pembeli gagal menembus resistance, keyakinan yang semakin tinggi dan upaya yang berkali-kali biasanya akan membuahkan hasil dimana pihak penjual mulai kehilangan kepercayaan dirinya dan akhirnya mengalah pada desakan pembeli.

asc-triangle-1 (19K)

Pada chart di atas tampak titik-titik terrendah semakin lama semakin tinggi (higher lows), artinya upaya perlawanan dari pihak penjual untuk menekan harga turun semakin melemah dan sebaliknya upaya pembeli mendesak harga untuk naik semakin agresif. Dengan tekanan semacam ini hampir dapat dipastikan tidak berapa lama lagi pertahanan penjual akan dapat diterobos dan harga akan naik cukup jauh.

Tapi apabila level resistance sangat kuat, bisa jadi pertahanan penjual akan sangat kuat sehingga sekalipun upaya pembeli sangat agresif tetap tidak dapat menembus level resistance. Akibatnya jika keadaan ini berlangsung cukup lama, justru pihak pembeli yang akan kehilangan rasa percaya diri dan kehabisan tenaga untuk mendesak harga naik. Akibatnya harga justru akan kembali turun, setidaknya untuk melakukan konsolidasi sebelum mendesak ke atas lagi jika kekuatan pembeli sudah terkumpul kembali.

Sekalipun yang umumnya terjadi harga akan bergerak lepas ke atas, namun anda harus tetap hati-hati akan kemungkinan sebaliknya. Jika ada formasi ini maka anda dapat mengambil order beli beberapa point di atas level harga.

asc-triangle-2 (15K)

Pada skenario di atas, pembeli memenangkan pertarungan dan harga bergerak lepas ke atas dengan cepat!

Segitiga Turun

Pada segitiga turun keadaannya merupakan kebalikan dari segitiga naik. Pada formasi ini para penjual yang secara agresif mendesak harga untuk menembus support dan pihak pembeli berada dalam posisi bertahan. Ini dapat terlihat dari terbentuknya titik-titik tertinggi yang semakin rendah (lower highs) yang menandakan aktivitas penjual yang semakin agresif sementara itu upaya pembeli semakin melemah.

descending-triangle-1 (7K)

Pada chart di atas tampak perlahan-lahan titik-titik tertinggi semakin lama semakin rendah. Pada sebagian besar kasus, biasanya penjual akan memenangkan pertarungan dan harga akan bergerak lepas ke bawah dengan cepat. Tapi bagaimanpun, sama seperti pada formasi segitiga naik, adakalanya level support terlalu kuat sehingga pihak pembeli dapat bertahan cukup lama dan penjual mulai kehilangan rasa percaya diri dan membiarkan harga bergerak naik kembali untuk melakukan konsolidasi.

Jika formasi ini terbentuk, anda bisa mengambil order jual beberapa point di bawah support untuk mengantisipasi gerakan lepas yang terjadi apabila pertahanan pembeli jebol.

descending-triangle-2 (15K) Pada chart di atas tampak bahwa akhirnya penjual memenangkan pertarungan dan harga bergerak lepas turun dengan cepat.

Segitiga Simetris

Segitiga simetris adalah formasi chart dimana kemiringan titik-titik 'high' dan titik-titik 'low' menyempit dan bertemu di satu level sehingga membentuk segitiga yang simetris. Jika formasi ini terbentuk maka itu berarti sedang terbentuk 'higher lows' dan 'lower highs' dimana pembeli dan penjual sama-sama tidak memiliki kekuatan untuk mengambil alih kontrol pasar. Tidak ada satupun yang dominan, baik pembeli maupun penjual, sehingga tidak ada kejelasan trend. Keadaan seperti ini disebut juga sebagai konsolidasi untuk gerakan berikut, menunggu adanya pemicu.

sym-triangle (11K)

Pada chart di atas, terlihat bahwa baik pembeli maupun penjual tidak bisa mendorong harga lebih jauh me urut arah yang mereka inginkan. Tampak yang terjadi adalah titik-titik tertinggi yang semakin rendah (lower highs) dan titik-titik terrendah yang semakin tinggi (higher lows). Karena jarak titik-titik tertinggi dan terrendah semakin menyempit ada kemungkinan akan terjadi gerakan lepas (breakout) tapi belum jelas kemana arahnya.

Kita dapat mengambil keuntungan dari kondisi ini dengan memasang order beli beberapa point di atas level harga dan sekaligus order jual beberapa point di bawah level harga. Dengan cara ini kemanapun harga bergerak lepas, kita bisa mengambil keuntungan dari gerakan tersebut.

sym-triangle-2 (11K) Dari chart di atas ternyata harga bergerak lepas ke atas. Dan karena kita telah memasang order beli di atas level harga sebelumnya, kita akan mendapat keuntungan dari harga yang terus bergerak naik.

Fibonacci Retracement

Prinsip umum dalam bertransaksi forex adalah dengan mengikuti trend. Pada trend bullish (naik), biasanya order beli dilakukan saat harga bergerak turun ke support yang terbentuk oleh rasio fibonacci dengan harapan pada level tersebut harga akan kembali naik melanjutkan trend sebelumnya. Demikian juga pada trend bearish (turun), order jual biasanya dilakukan oleh para trader saat harga bergerak naik kembali menuju resistance yang terbentuk oleh rasio fibonacci.

Di bawah ini adalah contoh sederhana bagaimana rasio fibonacci retracement diterapkan dalam sebuah trend bearish:

Pada chart di atas tampak harga bergerak naik menuju resistance pada level 0.382 dan kemudian kembali bergerak turun melanjutkan trend sebelumnya.

Memahami Fibonacci

Rasio fibonacci banyak digunakan para trader untuk memperkirakan pergerakan harga. Ada dua rasio fibonacci yang banyak digunakan dalam forex: fibonacci retracement & fibonacci extension.

Rasio fibonacci pada mulanya diperkenalkan oleh seorang ahli matematika yang berasal dari Italia bernama Leonardo Fibonacci. Dia menemukan sebuah deret angka sederhana yang secara ajaib mampu menjelaskan gerakan-gerakan dan pertumbuhan yang muncul secara acak di alam semesta.

Deret sederhana itu adalah sebagai berikut:
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,...dst.

Deret angka ini diawali angka 1 lalu diikuti dengan 2 dan kemudian penjumlahan dari kedua angka menghasilkan deretan angka yang berikutnya. 1+2 muncul angka 3, lalu 2+3 muncul angka 5, kemudian 3+5 muncul angka 8 dan seterusnya.

Deret angka ajaib ini kemudian memunculkan rasio ajaib yang didapat dari
pembagian sebuah angka deret pada fibonacci dengan angka berikutnya:

13 : 21 = 0.619
21 : 34 = 0.618
34 : 55 = 0.618
55 : 89 = 0.618
89 : 144 = 0.618

Akhirnya ditemukan sebuah angka rasio fibonacci: 0.618

Berikutnya dengan membagi sebuah angka deret fibonacci dengan angka pada dua deret berikutnya didapatkan rasio fibonacci yang lain:

13 : 34 = 0.382
21 : 55 = 0.382
34 : 89 = 0.382

dan seterusnya....

Untuk keperluan forex, inilah rasio fibonacci yang perlu anda ketahui:

Fibonacci Retracement Levels:
0.236, 0.382, 0.500, 0.618, 0.764

Fibonacci Extension Levels:
0, 0.382, 0.618, 1.00, 1.382, 1.618

Untungnya anda tidak perlu repot menghitung angka-angka ini. Pada hampir setiap chart biasanya sudah ada fasilitas untuk menghitung rasio fibonacci. Anda cukup menetapkan 'swing-high' dan 'swing-low' yang ada dalam suatu pergerakan mata uang, software akan memberikan perhitungan rasio fibonaccinya. Swing-high adalah candlestick pada bagian puncak yang diapit setidaknya dua candlestick yang lebih rendah, sedangkan swing-low adalah candlestick pada bagian bawah yang diapit oleh dua candlestick yang lebih tinggi.

Trader biasanya menggunakan rasio fibonacci retracement level untuk menetapkan support dan resistance. Sedangkan fibonacci extension level sering digunakan untuk penetapan level 'ambil untung' (profit-taking). Dalam prakteknya fibonacci retracement lebih banyak digunakan dibandingkan fibonacci extension. Para trader menggunakannya untuk menangkap kesempatan 'buy on dip' (beli saat harga turun) pada trend naik atau 'sell on high' (jual saat harga naik) pada trend turun.

Pola Candlestick Pattern: Pola Pembalikan Arah pada Candlestick

Trend Sebelumnya
Suatu pola digolongkan sebagai pola pembalikan arah (reversal pattern) jika ada pola sebelumnya yang mulai melemah dan kesulitan untuk melanjutkan trend. Bullish reversal atau pembalikan arah naik memerlukan adanya trend turun yang ada sebelumnya, sebaliknya bearish reversal atau pembalikan arah turun memerlukan adanya trend naik sebelumnya.

Palu Dan Orang Bergantung
Palu (hammer) dan Orang Bergantung (hanging man) tampaknya sama tapi keduanya memiliki arti yang sangat berbeda, bergantung pada pola pergerakan yang terjadi sebelumnya. Keduanya memiliki badan yang kecil (hitam atau putih), bayangan bawah yang panjang dan bayangan atas yang kecil atau tidak ada.

forex-candlestick-hammer (2K)
forex-candlestick-hammer-hanging-man (5K)

Palu adalah pola pembalikan arah naik (bullish reversal) yang terbentuk dalam sebuah trend turun.

Saat harga sedang merosot, pola palu memperlihatkan bahwa batas bawah sudah dekat dan harga akan kembali naik. Bayangan bawah yang panjang menunjukkan bahwa buyerl berupaya mendorong harga lebih jauh ke bawah akan tetapi seller dapat mengatasi tekanan ini dan membuat harga ditutup pada level yang dekat dengan saat pembukaan.

Hanya karena pola palu ini muncul pada sebuah trend turun tidak berarti anda begitu saja dapat membuka posisi buy. Anda memerlukan konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan trend turun memang benar-benar sudah habis dan mulai berbalik. Mungkin anda perlu menunggu munculnya sinyal berupa pola candlestick putih dengan level harga penutupan yang lebih tinggi dari level harga pembukaan pada candlestick yang terletak di sebelah kiri palu.

Berbeda dengan pola palu, 'orang bergantung' adalah pola pembalikan arah turun (bearish reversal) yang juga menandai munculnya puncak atau adanya level resistance yang kuat. Ketika harga naik, pembentukan 'orang bergantung' menunjukkan bahwa penjual mulai masuk dan dapat mengatasi tekanan pembeli. Bayangan bawah yang panjang memperlihatkan bahwa penjual berhasil menekan harga selama sesi tersebut meski pembeli masih dapat mendesak harga kembali sehingga ditutup pada harga yang tidak jauh dari level harga pembukaan. Munculnya hanging-man merupakan tanda yang baik bahwa jumlah pembeli yang diperlukan untuk menjaga trend untuk tetap naik sudah mulai berkurang dan tidak lama lagi trend akan berbalik arah.

Palu Terbalik dan Bintang Jatuh
'Palu terbalik' dan 'bintang jatuh' juga tampak sama. Yang membedakan keduanya hanyalah trend yang terjadi sebelumnya. Jika pola ini terjadi setelah trend turun, pola tersebut dinamakan 'palu terbalik'. Sebaliknya jika terjadi setelah trend naik, pola ini dinamakan 'bintang jatuh'. Kedua pola ini memiliki bentuk badan yang kecil dengan bayangan atas yang panjang dan bayangan bawah yang kecil atau tidak ada.

forex-candlestick-inverted-hammer (2K) forex-candlestick-shooting-star (5K) Pola palu terbalik yang terjadi gerakan harga turun menunjukkan kemungkinan terjadinya pembalikan arah. Bayangan atasnya yang panjang memperlihatkan bahwa pembeli berupaya mengatasi tekanan seller dan mulai berhasil mendorong harga naik untuk beberapa saat. Akan tetapi seller kembali menunjukkan kekuatannya dan berhasil menekan harga kembali sehingga ditutup pada level yang tidak jauh dari harga pada level pembukaan. Tapi kegagalan seller untuk menekan harga lebih jauh menunjukkan bahwa jumlah seller yang dibutuhkan untuk menjaga momentum trend turun sudah tidak ada lagi dan bisa diperkirakan tidak lama lagi pembeli akan mengambil alih kontrol pasar.

Pola bintang jatuh adalah pola pembalikan arah turun (bearish reversal) yang bentuknya mirip dengan palu terbalik, hanya saja pola ini terjadi pada saat trend harga naik. Bentuk polanya menunjukkan bahwa harga dibuka pada level yang dekat dengan 'low' lalu mulai menguat selama beberapa saat tapi tertekan kembali sehingga ditutup pada harga yang dekat dengan level harga pembukaan. Ini berarti pembeli terus berupaya masuk lebih jauh dan mendorong harga naik akan tetapi penjual mampu mengatasi tekanan ini dan mendesak harga kembali ke level pembukaan. Disini tampak bahwa pembeli mulai kehilangan momentum untuk mempertahankan trend dan sebentar lagi penjual akan mengambil alih kontrol pasar dan membuat trend berbalik arah.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More