Site Web Strength is 4.9/ 10

Konsep Currency Correlation: Manajemen Resiko Pada Forex

Dalam perdagangan valuta asing atau forex trading salah satu hal yang memegang peranan yang sangat penting untuk mencapai kesuksesan dalam berinvestasi adalah kemampuan investor/trader dalam melakukan manajemen resiko.

Kemampuan manajemen resiko ini memiliki nilai yang sama pentingnya dengan kemampuan memprediksi pergerakan pasar melalui analisa baik secara teknikal maupun fundamental.

Dalam hal ini investor atau trader perlu untuk memahami bahwa sulit (dan mungkin dapat dikatakan mustahil) untuk memprediksi pergerakan harga dengan tingkat akurasi yang selalu 100% untuk setiap waktu dan secara terus menerus, sehingga untuk mencapai kesuksesan dalam trading perlu dilakukan manajemen untuk mengurangi resiko terjadinya loss.

Terdapat banyak strategi manajemen resiko untuk mengurangi resiko loss, salah satu diantaranya adalah dengan melakukan diversifikasi resiko.

Diversifikasi resiko adalah sebuah cara mengurangi resiko loss pada trading dengan melakukan transaksi pada dua atau lebih pasangan mata uang, dengan memahami korelasi antar pair mata uang atau currency correlation.

Currency correlation.

Secara sederhana hubungan ketergantungan atau hubungan saling mempengaruhi antara sebuah pair mata uang pada perdagangan valuta asing dengan satu atau beberapa pasangan mata uang lainnya disebut dengan currency correlation.

Pada hubungan ini pergerakan pada sebuah pair mata uang dapat mempengaruhi pergerakan pada pair mata uang lainnya, dimana pengaruh ini dapat bersifat searah ataupun berlawanan arah.

Pada korelasi yang bersifat searah, pergerakan sebuah pair menyebabkan pair yang lain bergerak dengan arah yang sama. Misalnya saja jika pair A bergerak bullish, maka pair B dan atau pair C bergerak bullish juga.

Sedangkan pada korelasi yang berlawanan arah, jika pair A bergerak bullish maka pair B dan C bergerak bearish.

Besarnya pengaruh perubahan pada sebuah pair terhadap pair lainnya tidak selalu sama, sederhananya jika pair A bergerak pada suatu periode tertentu bergerak bullish 300 poin maka bisa saja pair B bergerak bullish 200 poin dan pair C bergerak bullish hanya 100 poin pada perode yang sama.

Maka dalam hal tersebut dapat dikatakan bahwa pair A memiliki korelasi searah dengan magnitude yang lebih besar terhadap pair B jika dibandingkan dengan pair C.

Demikian juga pada korelasi yang tidak searah, jika pada suatu periode tertentu pair A bergerak Bullish 300 poin dan pair B bergerak bearish sekitar 200 poin dan pair C bergerak bearish 100 poin pada periode yang sama, maka dapat dikatakan bahwa pair A memiliki korelasi yang berlawanan arah dengan pair B dengan magnitude yang lebih besar jika dibandingkan dengan korelasi berlawanan arah dengan pair C.

Prinsip Currency Correlation.

Pada tabel berikut ini terdapat nilai korelasi antar pair dimana hubungan anatar pair tersebut dilihat dalam time frame satu jam (H1) dan juga time frame satu hari (D).

Pada tabel ini nilai 100 berarti pair tersebut memiliki korelasi searah secara sempurna baik , sedangkan nilai -100 adalah korelasi berlawanan arah secara sempurna.

Nilai positif atau negatif menunjukkan searah atau berlawanan arah, sedangkan skala nilai 0 sampai 100 atau 0 sampai -100menunjukkan seberapa kuat hubungan tersebut.

Prinsip yang paling mendasar pada tabel dibawah adalah :

Jika korelasi bernilai lebih besar dari 80 ( bernilai positif ) maka kedua pair tersebut cenderung bergerak dengan arah yang sama.

Jika korelasi bernilai lebih kecil dari -80 ( bernilai negatif) maka kedua pair tersebut cenderung bergerak dengan arah yang berlawanan.

Jika korelasi bernilai antara 0 sampai 60 atau 0 sampai -60, maka dapat dikatakan bahwa secara statistik, pair tersebut tidak mempengaruhi pergerakan satu sama lain (tidak ada hubungan).

Sebagai contoh adalah pair GBP/JPY dengan EUR/JPY yang memiliki nilai korelasi 92.9 Dengan angka tersebut maka pada time frame H1, pair GBP/JPY cenderung untuk selalu searah dengan EUR/JPY.



Sebagai contoh yang lain, pada time frame D korelasi antara USD/CHF dengan EUR/USD adalah -94.6. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pair USD/CHF memiliki kecenderungan yang tinggi untuk berlawanan arah dengan pair EUR/USD.



Diversifikasi Resiko.

Penggunaan konsep currency correlation dalam manajemen resiko dapat dilakukan dengan berbagai cara, dimana beberapa strategi yang cukup umum dipergunakan adalah diversifikasi resiko.

Adapun yang dapat dilakukan adalah dengan membuka posisi pada dua buah pair, yang memilki nilai korelasi sekitar ±70. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi loss jika terjadi melonjaknya pergerakan kurs secara tiba-tiba.

Dengan nilai korelasi sekitar ±70 maka pair lainnya berpotensi bergerak searah namun dalam waktu yang lebih lambat, sehingga memberikan waktu bagi investor/trader untuk mengambil tindakan selanjutnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More