Site Web Strength is 4.9/ 10

Memahami Pergerakan Harga dengan Standart Deviasi Bollinger Bands

Jika kita amati, Bollinger Bands sebetulnya adalah Moving Average indicator yg dilengkapi dengan batas-batas standard deviasi yang bisa kita atur sesuai dengan kebutuhan. Pada indicator Bollinger Bands tersebut terdapat 3 garis; uper,midle dan lower. Middle band pada Bollinger Bands sebetulnya sama dengan Moving Average dengan periode yang sama. Upper Band nya adalah batas Standard deviasi atas atau positif dan Lower band nya adalah batas standard deviasi bawah atau negatif. Nah pada indicator Bollinger Bands ini yang perlu kita mengerti adalah arti nilai standard deviasinya. Standard Deviasi dalam statistik bisa kita artikan sebagai penyeberan data. Artinya, jika harga berada pada area Standard Deviasi, bisa kita pahami bahwa pergerakan harga telah menyebar sejauh beberapa % (sesuai SD nya) dari nilai rata-ratanya. Untuk mempermudah pemahaman kita kelompokan prosentase Standard deviasi:

* Nilai SD 1 artinya penyebaran data diantara level SD +1 dan SD -1 probabilitynya adalah 68,27%.
* Nilai SD 2 artinya penyebaran data diantara level SD +2 dan SD -2 probabilitynya adalah 95.45%.
* Nilai SD 3 artinya penyebaran data diantara level SD +3 dan SD -3 probabilitynya adalah 99.73%.

Dari nilai Standard Deviasi tersebut yang paling penting adalah nilai Standard Deviasi. Kenapa penting? Dalam statistik yang menyatakan bahwa sekelompok data yang terdistribusi secara normal maka datanya akan menyebar atau terdistribusi dalam batas SD +1 dan SD -1.
Dalam Forex, harga bergerak acak: terkadang normal, terkadang juga ubnormal secara defenisi standard deviasi. Dalam bahasa umumnya trader forex, hal ini sering disebut dengan istilah Trending dan Consolidation yang secara matematis istilah ini di luaran sana kabur banget pengertiannya (Kebanyakan yang saya tahu orang cuman bisa ngomong trending atau consolidation tapi gak bisa menjelaskannya secara matematis atau pengertian yang baku).

Salah satu trader forex yang cukup fenomenal mengajarkan bahwa harga selalu bergerak berirama secara teratur yaitu Trending - Consolidation - trending - consolidation. Dengan sangat genius KG menggunakan batas Standard Deviasi 1 itu untuk mendefenisikan pergerakan Trending dan Consolidation tersebut. Dalam bahasa yang sederhana, Jika harga bermain di luar SD +1 atau SD -1 bisa disebut Trending dan jika harga bermain diantara SD +1 dan SD -1bisa disebut Consolidation (Flat).

Informasi apa yang kita peroleh berdasarkan kondisi harga pada area SD +/- 1 ini atau kondisi trending dan flat tersebut? KG menjelaskan bahwa jika harga bergerak normal artinya transaksi yang terjadi di market adalah normal maka harga akan bermain di area SD +/- 1 dari Bollinger Bands acuan yang kita amati. Dan KG mengatakan bahwa jika harga bergerak dan bermain di luar batas SD +/-1 artinya kondisi harga berdasarkan Bollinger Bands acuan tersebut adalah ubnormal (tidak Normal). Kondisi tidak normal terjadi karena adanya ketidakseimbangan dalam transaksi yang terjadi di Market, maksudnya karena buyers atau sellers mendominasi transaksi yang terjadi.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More